Tim Universitas Jember Lakukan Studi Kelayakan Perkebunan Kelapa Sawit Di Malinau

Para pakar sosial ekonomi pertanian dan ekonomi Universitas Jember mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur untuk melaksanakan studi kelayakan pembukaan perkebunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya. Rencananya, Pemprov Kalimantan Timur akan membuka lahan seluas kurang lebih 10 ribu hektar untuk perkebunan kelapa sawit lengkap dengan pabrik pengolahannya di Kabupaten Malinau.
Menurut salah satu anggota tim, Prof. Dr. Soetriono, MP dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, pembentukan tim ini berawal dari kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengambangan Pemprov (Balitbangprov) Jawa Timur dengan Pemprov Kalimantan Timur. Akhirnya disepakati pembentukan sebuah tim studi kelayakan yang menggarap tema “Kajian Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur”.
Akhirnya Balitbangprov Jawa Timur menunjuk tiga perguruan tinggi sebagai pelaksana studi kelayakan tersebut. “Universitas Brawijaya menangani masalah landscape-nya, Universitas Negeri Surabaya di bidang kelembagaan sosial, sementara kami berkonsentrasi pada survey kondisi lahan, meneliti dampak ekonomi pendirian perkebunan kelapa sawit serta kelayakan dari sisi finansial apabila berdiri pabrik pengolahan kelapa sawit dengan model inti plasma,” jelas guru besar di bidang sosial ekonomi pertanian ini.
Tim Universitas Jember terdiri dari para pakar bidang sosial ekonomi pertanian antara lain Prof. Dr. Soetriono, MP, Dr. Ir. Evita Soliha Hani dan Djoko Soejono, SP., MP (Fakultas Pertanian) didukung pakar ekonomi Prof. Dr. M. Saleh, MSi dan Dr. A. Zaenuri, MSi (Fakultas Ekonomi). Tim telah terjun dua kali ke lapangan, yang terakhir mengunjungi Malinau dari tangal 21 sampai dengan 28 Juni 2012 lalu. “Untuk kunjungan ke dua kemarin, kami dibantu dua orang mahasiswa Pascasarjana Magister Agribisnis dan staf Balitbangprov Jawa Timur Bapak Ir. Heru Santoso, MM,” tambah Prof. Dr. Soetriono lagi.
Di Malinau, tim Fakultas Pertanian Universitas Jember yang terdiri dari Prof. Dr. Soetriono,MP, Dr. Ir. Evita Soliha Hani dan Djoko Soejono, SP., MP mengamati kondisi lahan, melakukan analisa ekonomi serta melihat dan mendengar langsung respon sosial kemasyarakatan penduduk di sekitar bakal lahan perkebunan sawit. Termasuk respon dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Saat ini tim Universitas Jember tengah mengerjakan hasil temuan di lapangan untuk kemudian dilaporkan kepada Balitbang Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Kalimantan Timur.
Menurut Prof. Dr. Soetriono, MP jika pendirian perkebunan sawit beserta pabrik pengolahannya berjalan, maka dapat membuka lapangan kerja baru. Menurutnya, pada masa pemeliharaan saja satu hektar kebun sawit memerlukan satu pekerja, jadi jika ada 10 ribu hektar maka memerlukan 10 ribu pekerja. Itu untuk masa pemeliharaan saja, belum penanaman dan saat panen. Bahkan Pemprov Kalimantan Timur berencana mendatangkan pekerja dari Jawa Timur. “Universitas Jember juga siap untuk mengirimkan mahasiswa dan lulusannya untuk berkarya dalam proyek pembukaan perkebunan sawit tersebut,” tutur dosen yang memiliki hobi tenis lapangan ini. (iim)
Agenda Kegiatan
Link Terkait
Tamu Online
Kami memiliki 81 tamu dan tidak ada anggota online
Arsip Artikel
e - payment










