Mahasiswa FISIP Universitas Jember Jalani Visiting Student di University Sains Malaysia

Tiga belas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menjalani kegiatan visiting student dan pratikum di Universiti Sains Malaysia. Mereka terdiri dari dua belas mahasiswa dari Jurusan Hubungan Internasional dan satu orang dari Jurusan Kesejahteraan Sosial. Menurut Dekan FISIP, Prof. Dr. Harry Yuswadi, MA kegiatan visiting student dan pratikum ini adalah realisasi dari nota kesepahaman yang sudah ditandatangani antara FISIP Universitas Jember dengan USM pada 27 November 2010 lalu. “Para mahasiswa FISIP akan mengikuti visiting student dan pratikum dari tanggal 15 September sampai dengan 7 Oktober 2012,” jelas Dekan FISIP.
Rizka Oktavina, salah seorang peserta program ini melaporkan dari Malaysia, bahwasanya hari pertama visiting student (15/9) diisi dengan perkenalan antara mahasiswa FISIP Universitas Jember dengan para koleganya di USM dalam sebuah acara bertitel Malam Varia Siswa. “Ini semacam malam perkenalan bagi mahasiswa baru di USM. Kira-kira jika di Kampus Tegalboto seperti Malam Inagurasi bagi mahasiswa baru,” katanya.
Hari kedua diikuti dengan diskusi mengenai pasang surut hubungan Indonesia dan Malaysia bersama dosen School of Social Science, USM Dr. Reevany Bustami dan Dr. Suyatno Ladiqi. Dalam diskusi yang berlangsung hangat ini terungkap bahwasanya permasalahan yang kerap melanda dua bangsa serumpun ini seringkali lebih heboh di tataran media. Sedangkan di ranah diplomasi antara Indonesia dan Malaysia, hubungan keduanya ternyata tetap baik. “Indonesia dan Malaysia hakikatnya satu kesatuan, hanya saja terpisah karena faktor sejarah penjajahan yang diderita dua negara ini. Untuk itu perlu ditanamkan ideologi regional bahwa Indonesia dan Malaysia dapat bersatu dalam persahabatan dan kerjasama demi mewujudkan hubungan bilateral yang harmonis,” tutur Dr. Reevany Bustami.
Sementara itu Dr. Suyatno Ladiqy berpendapat bahwa jika Indonesia dan Malaysia bisa bersatu dalam banyak hal, maka bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan dunia yang diperhitungkan. Dalam bahasa guyonnya, Dr. Suyatno Ladiqy berseloroh, Indonesia pandai berpendapat di tataran dunia namun pendapatannya kecil, sementara Malaysia pendapatannya besar tapi pendapatnya kurang bergema di tataran dunia. Nah, jika kedua negara ini bergabung maka akan menjadi kekuatan yang besar.

Setelah bediskusi, para mahasiswa FISIP Universitas Jember diajak mengunjungi beberapa lokasi wisata yang ada di Negara Bagian Pulau Pinang tempat Kampus USM berada. Beberapa tempat wisata yang dikunjungi antara lain Round Island, Galeri P. Ramlee yang merupakan museum aktor kenamaan Malaysia, benteng Fort Cornwallis. Rizka Oktaviana dan kawan-kawan juga mengunjungi Chew Jetty yakni rumah apung khas etnis China yang sudah ditetapkan Unesco sebagai World Heritage Site dan lokasi wisata lainnya.
Para duta Kampus Tegalboto kemudian berkesempatan bertemu dengan Dr. Mohamad Zaini Abubakar selaku Deputy of Dean School of Social Science USM (18/9). Dalam sambutan selamat datangnya, Dr. Mohamad Zaini Abubakar berharap agar kegiatan visiting student dan pratikum akan menjadi langkah awal dalam menjalin kerjasama yang lebih erat antara USM dengan Universitas Jember. Selanjutnya USM dan Universitas Jember akan merealisasikan rencana program sistem transfer kredit semester dimana mahasiswa kedua universitas dapat memprogramkan mata kuliah sesuai dengan jurusannya di dua institusi tersebut. Sehingga mahasiswa Universitas Jember dapat menempuh kuliah di USM dan sebaliknya.
“Semoga visiting student and practicum programm ini dapat menjadi usaha mempererat persahabatan dua negara serumpun,” tutur Dr. Mohamad Zaini Abubakar. Untuk diketahui, para mahasiswa USM telah melakukan kunjungan serupa ke Kampus Tegalboto pada 11 Mei tahun lalu. Para mahasiswa FISIP Universitas Jember kemudian akan mengikuti kuliah bersama para koleganya di USM sampai tanggal 7 Oktober nanti. (riz/iim)
Link Terkait
Agenda Kegiatan
Tamu Online
Kami memiliki 70 tamu dan tidak ada anggota online









