1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Badan Ketahanan Pangan Sepuluh Provinsi Bertemu di Jember Bahas Perkembangan Pangkin

Badan Ketahanan Pangan (BKP) dari sepuluh provinsi bertemu di Jember guna membahas perkembangan pengembangan Pangan bagi Rakyat Miskin (Pangkin). Kesembilan BKP tersebut adalah BKP Provinsi Riau, Lampung, Sumatera Utara, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan tuan rumah Jawa Timur. Selama dua hari mereka membahas perkembangan Pangkin di Hotel Royal Jember (25-26/9).

Pemilihan Jember sebagai tuan rumah tidak lepas dari keberhasilan Universitas Jember melalui Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian yang sukses mengembangkan tepung singkong (MOCAF) dan beras cerdas dengan tokohnya, Prof. Achmad Subagio, PhD. Pertemuan dua hari tersebut selain menghadirkan para pakar diversifikasi pangan dari Kampus Tegalboto juga mendatangkan pakar dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Pattimura, Universitas Pasundan dan Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

Sementara itu dalam pidato pembukaannya, Ir. Gayatri K. Rana, MSc, Kepala Pusat Penganekaragaman dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), menjelaskan bahwa saat ini diversifikasi pangan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Untuk itu Kementan mendorong hasil-hasil pengembangan diversifikasi pangan yang aplikatif termasuk di dalamnya Pangkin yang diciptakan oleh kalangan perguruan tinggi untuk masuk ke fase industrialisasi dengan motornya industi kecil dan menengah. “Kami ingin membangun sinergi positif dengan dunia perguruan tinggi, termasuk Universitas Jember yang sukses dengan MOCAF dan beras cerdasnya,” ujar Ir. Gayatri K. Rana, MSc.

Senada dengan penjelasan Ir. Gayatri K. Rana, MSc, Kepala BKP Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Tutut Herawati, MM dalam pemaparannya menyebutkan rencana Pemprov Jawa Timur melalui BJP untuk membangun pabrik beras cerdas di Jember, Ponorogo dan Blitar. “Kami juga tengah mengembangkan Rumah Pangan Lestari di 38 daerah sebagai upaya mempopulerkan diversifikasi pangan, Katanya lagi.

Pembukaan pertemuan juga dihadiri oleh Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD yang menjelaskan jika Universitas Jember terus mendukung berbagai riset sivitas akademika Kampus Tegalboto yang memiliki manfaat bagi masyarakat luas sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga diisi dengan presentasi penelitian dr. Aris Prasetyo, M.Kes dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang meneliti efek komsumsi beras cerdas bagi penderita diabetes. (iim)   

Unit Kerja

Follow us

Tamu Online

Kami memiliki 176 tamu dan tidak ada anggota online