1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Kajian Kebencanaan Akan Terus Dikembangkan Di Universitas Jember

Universitas Jember mulai mengembangkan kajian kebencanaan. Jika selama ini baru dikaji sebagai salah satu mata kuliah di Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), maka pengembangannya akan diperluas ke fakultas lain. Rintisannya dimulai dengan melatih dua puluh orang dosen dari berbagai fakultas dalam acara “Pelatihan Analisis Risiko Bencana & Analisa Statistika Lingkungan dan Kebencanaan” di Hotel Panorama, dari tanggal 10 sampai dengan 13 Oktober 2012.

Menurut Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Syamsul Ma’arif yang turut hadir, bencana bagi negara seperti Indonesia yang terletak di kawasan Ring Of Fire dan pertemuan tiga lempeng bumi dapat ditinjau dari sudut kultural dan struktural, namun dari sisi struktural Indonesia masih harus banyak berbenah. Dan di sinilah peran perguruan tinggi seperti Universitas Jember diharapkan. “Saya ingin Universitas Jember menjadi referensi mengenai kebencanaan bagi Jawa Timur dan Indonesia Timur,” ujarnya.

Dr. Syamsul Ma’arif berharap para pakar di Universitas Jember dapat mengkaji dan mengembangkan kajian kebencanaan dari berbagai sudut pandang keilmuan, tidak hanya dari sudut pandang Ilmu Sosiologi saja seperti selama ini. Pasalnya masalah bencana sudah menjadi bagian kehiudpan planet bumi. “Kebencanaan dapat dikaji dari sudut pandang Ilmu Teknik, Ekonomi, MIPA atau yang lain. Kajian kebencanaan bukan jadi fusi, namun federasi dari berbagai ilmu,” tambahnya lagi.   

Bak gayung bersambut, kegiatan yang dimotori FISIP dan BNPB ini mendapatkan dukungan penuh dari Rektor, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD yang membuka secara resmi acara tersebut. Menurutnya para dosen harus dibekali pengetahuan kebencanaan agar mampu membuat kurikulum yang tepat. Sehingga mahasiswa yang mengambil kuliah kajian kebencanaan mampu menjawab masalah kebencaan di masyarakat. 

Sementara itu dalam laporannya, Dekan FISIP, Prof. Dr. Harry Yuswadi, MA menjelaskan para dosen yang mengikuti kegiatan ini berasal dari FISIP, Fakultas Ekonomi, FMIPA dan Fakultas Teknik. Sementara itu para pemateri yang tampil adalah Prof. Dr. Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB), Martina Estrelly, S.Psi., MSi (Universitas Indonesia), Ir. Harkunti P. Rahayu, PhD (Pusat Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung ) dan Ir. Ridwan Yunus, MSc dari UNDP. (iim)

Unit Kerja

Follow us

Tamu Online

Kami memiliki 309 tamu dan tidak ada anggota online