1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Tembakau bukan Untuk Rokok Saja

Jember, 15  Mei 2013

Selama ini masyarakat terpaku bahwa daun tembakau hanya untuk bahan rokok, padahal masih terbuka lebar pemanfaatan untuk bahan pestisida, kosmetika, obat bius local dan pengencang kulit. Bahkan salah satu amanat PP 109 Tahun 2012 menyatakan pemerintah diminta mendorong upaya diversifikasi tembakau. Artinya, petani masih bisa menanam tembakau namun pemanfaatannya tidak harus untuk bahan rokok.

Berangkat dari masalah ini, maka Fakultas Pertanian Universitas Jember bekerjasama  dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komisariat Daerah Jember mengadakan seminar nasional bertema Diversifikasi Produk Tembakau Non Rokok di Hotel Mercure Surabaya (8/5). Tampil sebagai keynote speaker Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MS yang juga Ketua Umum Perhepi dan pembicara lainnya. 

Akademisi dari Universitas Jember yang juga ahli tembakau, Dr. Ir. Josi Ali Arifandi, MS. menjelaskan potensi tembakau Indonesia sebagai pestisida, bahkan dalam bentuk nikotin tartrat dapat digunakan sebagai obat. “Tembakau tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker, ternyata tanaman tersebut dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker, sebagaimana temuan Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Arief Budi Witarto, M. Eng, “ ujar Dr. Josi.

Dr. Josi kemudian mencontohkan dari hasil penelitiannya terhadap 18 varietas tembakau lokal, varietas Genjah kenongo dapat menjadi penghasil  protein penting “Growth Colony Stimulating Factor” (GCSF). Prospek pengolahan tembakau menjadi obat cukup cerah mengingat hasil tembakau kita yang berlimpah. Untuk itu diperlukan sistem operasional teknis tata kelola hubungan antar komponen pemangku kepentingan pertembakauan yang sinergis dan cerdas sesuai dengan mandat dan perannya.

Pembicara berikutnya Prof. Dr. Subiyakto dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang memaparkan potensi tembakau dan limbahnya yang ternyata cukup beragam, namun sayangnya belum tergarap. “Tembakau dapat menjadi bahan perstisida, minyak atsiri, farmasi bahkan  parfum,” katanya. Namun sayangnya proses menjadikan tembaklau sebagai produk non rokok masih terkendala teknologi pemrosesannya yang masih mahal.

Pakar teknologi nano dari Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro menawarkan penggunaan tembakau untuk balur dan scrab herbal  sebagai inovasi asap rokok untuk mengurangi luka dan meningkatkan kesehatan. Konsepnya dengan teknologi konversi asap rokok yang beracun karena mengandung radikal bebas menjadi asap yang mengandung nanostruktur yang kompleks.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Menteri Perdagangan RI yang juga Ketua Umum Perhepi, Dr. Ir. Bayu Krisnamukti, MS memuji ide kegiatan ini.  Pasalnya saat ini petani dan bisnis tembakau di Indonesia dalam situasi menghadapi tantangan perang antara kesehatan versus rokok (bukan tembakau). “Perhepi dan Kemendag memberikan dukungan kepada Kemenkes, dan pada saat yang sama bersunggu-sungguh mencari alternatif produk tembakau. Namun hal yang terpenting, mari kita bela petani,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember yang juga Ketua Perhepi Komda Jember, Dr. Ir. Jani Januar, MT mengatakan seminar ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang produk tembakau non rokok, mengeksplorasi peluang dan prioritas produk tembakau non rokok dan merumuskan alternatif diversifikasi produk tembakau. “Universitas Jember ada di daerah penghasil tembakau, jadi sudah selayaknya memberikan kontribusi nyata untuk masalah tembakau,” kata Dr. Ir. Jani Januar, MT.

Menariknya, selain menggelar kegiatan seminar, Fakultas Pertanian Universitas Jember bersama Perhepi Komisariat Daerah Jember juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti training dan melihat dari dekat pengolahan kopi di Puslit Kopi dan kakao serta PT. Aneka Coffee Indonesia, sidoarjo. Para mahasiswa ini adalah pemenang lomba karya tulis ilmiah mengenai kopi dalam rangka Dies Natalis Universitas Jember ke 48 tahun lalu. “Setelah mengikuti training 15 mahasiswa ini nantinya akan mempresentasikan ide-idenya di hadapan Wamendag langsung,” kata Dekan Fakultas Pertanian. Untuk diketahui, kesempatan mengikuti training tentang kopi adalah hadiah dari Wamendag. (iim)  

 

 

 

Unit Kerja

Follow us

Tamu Online

Kami memiliki 189 tamu dan tidak ada anggota online