1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Nur Mahmudi Ismail : One Day No Rice Berjalan, Tegaknya Kedaulatan Pangan Nasional

Jika program One Day No Rice berjalan, maka kedaulatan pangan nasional akan sukses. Pernyataan ini disampaikan Walikota Depok, Dr. Ir. Nur Mahmudi Ismail, MSc dalam seminar nasional bertema  “Inovasi Dan Teknologi Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Indonesia” yang digelar di Gedung Soetardjo Kampus Tegalboto (14/4). Seminar dimotori oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember.

Lontaran pernyataan ini didasari data dan fakta bahwa komsumsi beras masyarakat Indonesia yang semakin tinggi seiring bertambahnya jumlah penduduk. Komsumsi beras yang tinggi memicu impor beras, yang artinya larinya devisa kita ke luar negeri. Selain itu, ketergantungan terhadap satu makanan pokok akan berdampak pada ketahanan pangan. “Tingginya komsumsi beras juga akan menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes,” ujar Walikota yang juga pakar teknologi pangan ini.

Masih menurut Dr. Ir. Nur Mahmudi Ismail, MSc, jika kesadaran untuk mengurangi komsumsi beras berhasil, maka akan terjadi penghematan yang luar biasa. Jika satu hari saja masyarakat Indonesia tidak makan beras, maka akan ada penghematan 35,4 trilyun rupiah. “Jika kita tidak mengimpor beras alias tidak bergantung kepada negara lain, maka Indonesia akan menjadi negara berdaulat di tengah percaturan global. Itulah salah satu alasan yang mendasari gerakan One Day Without Rice di Kota Depok,” tuturnya lagi.  

Sementara itu pembicara kedua, Prof. A. Subagio, PhD dari Jurusan Teknologi Hasil Pangan FTP Universitas Jember menawarkan berbagai alternatif pengganti beras. Menurutnya Indonesia kaya akan pangan alternatif pengganti beras, antara lain ubi kayu atau singkong, sagu, ubi jalar, umbi-umbian, jagung dan lainnya. Dan yang tengah dikembangkan di FTP universitas Jember adalah tepung singkong atau yang disebut sebagai Modified Cassava Flour (Mocaf). “Mocaf dapat diaplikasikan dalam banyak makanan, termasuk beras cerdas yang tengah kita kembangkan terus,” ujar pakar lulusan Jepang ini. Usaha pengembangan singkong menjadi Mocaf juga mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah daerah, peningkatan lapangan kerja dan menjadi kebijakan yang membela rakyat kecil.   

Untuk diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjalin kerjasama dengan Universitas Jember, jalinan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama antara Walikota Depok, Dr. Ir. Nur Mahmudi Ismail, MSi dengan Rektor Universitas Jember, Drs. Moch. Hasan, MSc., PhD di gedung Rektorat dr. R. Achmad, Kampus Tegalboto (13/4). Kerjasama yang dibangun di bidang usaha diversifikasi pangan yang meliputi pendidikan, pelatihan, aplikasi penelitian dan aplikasi pengabdian kepada masyarakat. (iim)

Unit Kerja

Follow us

Tamu Online

Kami memiliki 209 tamu dan tidak ada anggota online