1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Lain Ladang Lain Belalang, Lain Bangsa Lain Bahasa

 

Selain berpasang-pasangan, sebagaimana tersebut pada tulisan sebelumnya, Allah Swt menciptakan makhluk-Nya juga berbeda-beda. Makhluk, yang bernama manusia, misalnya, diciptakan dalam berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, sebagaimana termaktub dalam Alquranulkariim, Suroh Alhujurot ayat 13 sebagai berikut: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

 

Dari firman Allah Swt tersebut adalah jelas bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan sebagai kata kunci. Yang pertama adalah bahwa manusia itu diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dalam lingkup yang sempit, misalnya  di Indonesia, ada suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Bugis, suku Bali, dan tentu saja masih banyak lagi yang lainnya. Apa lagi dalam lingkup yang luas, misalnya dalam skala dunia, ada bangsa Indonesia, bangsa Malaysia, bangsa Thailand, bangsa Cina, dan juga banyak lagi lainnya. Yang kedua adalah tujuan penciptaan manusia tersebut di muka bumi ini, yaitu manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu agar saling mengenal. 

Dalam kata kunci yang pertama, bahwa penciptaan manusia itu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku tentu saja menunjukkan adanya perbedaan dalam banyak aspek kehidupan manusia, antara lain bahasa, budaya, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya. Oleh karena adanya perbedaan-perbedaan ini,  diperlukan kata kuci kedua yaitu untuk saling mengenali perbedaan-perbedaan tersebut di atas.

 Berkaitan dengan upaya mengenali perbedaan itulah, dalam tulisan ini saya berusaha mengenalkan salah satu aspek kehidupan manusia berbangsa, yaitu bahasa. Kenapa bahasa perlu disampaikan pertama kali? Tentu saja, kita semua sudah tahu jawabannya. Kita semua sudah faham bahwa bahasa adalah alat utama dalam berkomunikasi dengan sesama manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu. Tanpa bahasa, tentu saja kita tidak akan dapat berkomunikasi. Tanpa bahasa pula, adalah sulit bagi kita untuk dapat mengenali aspek kehidupan dari berbagai bangsa di dunia ini. Dengan demikian penguasaan bahasa adalah penting bagi setiap insan agar mereka dapat saling mengenali dan berkomunikasi satu sama lain.

Ditinjau dari aspek bahasa, bangsa Thailand, kepada mereka saya ditugasi mengajarkan BIPA, mempunyai bentuk tulisan yang berbeda dengan bahasa bangsa lain. Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di negeri gajah putih ini, saya menjadi terpana karena hampir semua tulisan yang saya jumpai di sepanjang jalan menuju KBRI Bangkok, tempat saya tinggal, dan di kampus Ramkhamhaeng, ditulis dengan huruf bahasa Thailand. Akibatnya, saya tidak bisa membacanya. Keadaan ini mengingatkan saya ketika saya pergi ke negara Cina, Taiwan dan Kambodia untuk presentasi dalam forum konferensi internasional bahwa saya dihadapkan pada bentuk tulisan yang digunakan oleh ketiga negara tersebut.

Dilihat dari tulisannya saja, bahasa Thailand mempunyai bentuk tulisan yang berbeda. Apa lagi ditinjau dari sisi lain. Misalnya, penggunaan bahasa tersebut dalam berkomunikasi.  

Untuk bisa berkomunikasi dengan orang Thailan, paling tidak kita harus menguasai bentuk-bentuk sederhana dan mendasar dari bahasa Thailand tersebut. Sebagai contoh dalam menyapa atau memberi salam ketika kita bertemu seseorang. Dalam situasi demikian, kita orang Indonesia biasanya mengucapkan, “hai, halo, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam”. Namun, orang-orang Thailand cukup mengucapkan sà-wàt-dii (สวัสดี) disertai dengan kap (ครับ) atau kha (ค่ะ). Ungkapan sà-wàt-dii (สวัสดี) kap (ครับ) diucapkan oleh orang laki-laki sedangkan sà-wàt-dii (สวัสดี) kha (ค่ะ) oleh orang perempuan. Untuk situasi informal, misalnya sesama teman, cukup dengan mengucapkan wàt-dii, seperti kita di Jember cukup dengan “pagi, siang, sore, atau malam”.

Untuk menyatakan terima kasih, orang Thailand mengucapkan khop kun kap (ขอบคุณ ครับ) untuk orang laki-laki dan khop kun kha (ขอบคุณ ค่ะ) untuk orang perempuan. Jawabannya adalah Yin dee kap / kha yang dalam bahasa Indonesia adalah terima kasih kembali.

Selanjutnya, untuk menyatakan saya, ada dua kata yaitu pom untuk laki-laki dan chan untuk perempuan. Jadi ketika kita ditanya คุณมาจากทีไหน?
(kun maa jàak tee năi?)  Kamu berasal dari mana?, maka kita menjawab  “Pom (Chan) ma jaak Indonesia” bagi orang laki-laki atau “Chan ma jaak Indonesia” bagi orang perempuan yang dalam bahasa Indonesia adalah “Saya dari Indonesia

Ketika kita berbelanja, beli makanan di warung, atau semacamnya, tentu kita akan menyampaikan “Saya mau beli ini” atau “Saya menginginkan ini”. Dalam bahasa Thailand kita mengucapkan “Tong garn anee kap/kha” (ต้องการ อันนี้ ครับ/ค่ะ) untuk bentuk formal dan untuk informal cukup dengan “Ao unNee” (เอา อันนี้). Kemudian kita menanyakan harganya “Berapa harganya” dengan mengatakan “Thaorai Krab/Kha” (เท่าไร ครับ/คะ).

Kemudian, kalau kita menggap “Itu sangat mahal”, kita mengungkapkannya dengan “Phaeng pai” (แพง ไป) dan kita minta potongan harga atau diskon, kita mengatakan “Loht Dai Mai Krab/Ka” (ลด ได้ไหม ครับ/คะ). Akhirnya, kita setuju dengan harga yang ditawarkan, kita mengucapkan “Dai” (ได้), jika kita tidak mau atau tidak setuju, kita mengatakan “Mai Dai” (ไม่ได้).

Demikianlah sepintas mengenai hal bahwa lain bangsa lain bahasa. Dengan kata lain, setiap bangsa mempunyai bahasa yang berbeda. Berkaitan dengan ini, adalah penting bagi kita untuk menguasai sebuah bahasa di dalam hal mana kita harus menggunakannya untuk berkomunikasi dengan si pemilik bahasa tersebut dengan tujuan untuk saling mengenal.

Hal ini saya alami ketika saya mendapatkan tugas untuk mengajar BIPA di negeri gajah putih. Mau tidak mau saya harus bisa berkomunikasi dengan orang Thailand walaupun hanya sebatas menyapa/memberi salam dan menanyakan harga ketika membeli sesuatu. Selain dua tersebut, tentu saja masih banyak bentuk dasar atau sederhana bahasa Thailand yang harus dikuasai.

Agenda Kegiatan

Tamu Online

Kami memiliki 144 tamu dan tidak ada anggota online

e - payment