Komnas HAM RI Gandeng CHRM2 Universitas Jember Sebagai Mitra Lokal

CHRM2-KomnasHAM_UNEJ

Jember, 19 Juli 2017

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI (Komnas HAM) menggandeng Center for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Universitas Jember sebagai mitra lokal. Hal ini disampaikan oleh Otto Nur Abdullah, Komisoner Komnas HAM RI, saat menjadi pemateri utama dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potensi Pelanggaran HAM di Jember” yang diadakan oleh CHRM2 di Fakultas Hukum (19/7).

Menurut Otto Nur Abdullah, pihaknya menggandeng CHRM2 karena dalam melaksanakan tugas-tugasnya Komnas HAM adalah lembaga negara yang lebih fokus  melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia. “Komnas HAM tidak bisa bertindak sebagai pengacara yang aktif memberikan bantuan hukum kepada pengadu, karena Komnas HAM bukan lembaga bantuan hukum, melainkan lembaga independen yang tidak memihak,” tuturnya. Untuk membantu melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Komnas HAM menjalin kerjasama dengan banyak pihak, termasuk CHRM2.

Otto lantas menambahkan, masih banyak pihak yang tidak mengerti makna dari keberadaan Komnas HAM. “Jangankan masyarakat awam, kadang mahasiswa dan aktivis pun belum mengerti apa dan bagaimana Komnas HAM itu. Dengan adanya kerjasama ini, semoga CHRM2 Universitas Jember dapat membantu tugas dan fungsi Komnas HAM,” jelas pria yang bertugas di Komisi Pemantauan dan Penyidikan Komnas HAM ini.

Sementara itu Al Khanif, ketua panitia kegiatan menjelaskan, kegiatan FGD dilaksanakan bertujuan untuk memetakan potensi pelanggaran HAM di Jember khususnya, dan daerah Besuki Raya pada umumnya.  “Sekaligus juga menjaring laporan pelanggaran HAM yang mungkin terjadi di Jember dan Besuki Raya, karena CHRM2 Universitas Jember sudah ditunjuk sebagai mitra lokal Komas HAM,” jelasnya. Al Khanif juga menegaskan, kegiatan FGD kali ini menjadi pemanasan untuk kegiatan konferensi internasional mengenai Hak Asasi Manusia di Asia Tenggara yang akan diadakan 11 hingga 13 Agustus 2017 nanti di Universitas Jember.

Kegiatan FGD berjalan dengan lancar. Salah satu pertanyaan yang mengemuka dari peserta adalah, apakah Komnas HAM menerima pengaduan langsung secara on line mengingat jarak antara Jember dengan Jakarta cukup jauh. Menjawab pertanyaan ini, Otto menjelaskan bahwa Komnas HAM sudah membuka pengaduan secara online, namun masih mengutamakan pengaduan langsung sesuai prosedur yang ada.

Kegiatan FGD diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari kalangan akademisi, instansi penegak hukum, kalangan legislatif, pengacara dan pengelola lembaga bantuan hukum, serta aktivis dan pegiat HAM di Jember dan sekitarnya. (nis/del/iim)