7.005 Mahasiswa Baru Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis

DSC_6266

Jember, 22 Agustus 2017

Seluruh mahasiswa baru Universitas Jember angkatan 2017 mengikuti proses pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Sejak tanggal 19 hingga 24 Agustus mendatang secara bertahap sebanyak 7.005 mahasiswa baru akan mendapatkan pemeriksaan secara gratis.

“Kegiatan ini adalah bentuk layanan kesehatan khususnya gigi dan mulut kepada seluruh mahasiswa baru. Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka mendapatkan data kesehatan gigi dan mulut warga Universitas Jember khususnya mahasiswa agar kita bisa tahu kebutuhan tinggkat perawatan yang kita perlukan,” ujar dr.R.Rahardyan P.M.Kes. Sp.Pros Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

dr.R.Rahardyan mengatakan, selama ini mahasiswa baru tidak pernah terdeteksi terkait kondisi kesehatan gigi dan mulutnya. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang selama ini dilakukan hanyalah pada kesehatan secara umum.

“Padahal semua kesehatan seseorang itu bisa dilihat bagaimana kondisi kesehatan gigi dan mulutnya. Hal ini dikarenakan mulut adalah pintu masuk pertama dari makanan yang kita konsumsi sebelum masuk pada pencernaan yang lain,” imbuh Rahardian.

Rahardian menjelaskan, untuk mendukung kegitan itu RSGM melibatkan sebanyak 100 orang mahasiswa tingkat profesi dokter gigi.

“Selain para mahasiswa profesi mereka juga ditemani oleh para dosen yang ada di FKG untuk memantau dan sekaligus melakukan pemeriksaan kepada para pasien dalam hal ini adalah mahasiswa baru,” lanjut Rahardian.

Sementara itu M. Haris salah satu mahasiswa pendidikan dokter gigi mengatakan, sebagian besar masalah gigi yang dialami mahasiswa baru adalah menumpuknya karang gigi. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dia lakukan penyebabnya karena kesalahan dalam proses menyikat gigi.

“Secara umum semua pasien sudah melakukan sikat gigi namun hanya sedikit sekali yang melakukannya secara benar. Akibatnya, sisa makanan tidak terangkat secara sempurna dan inilah awal terjadininya karang pada gigi,” ujar Haris.

Menurut Haris, karang gigi yang dibiarkan terus tanpa penanganan serius dapat berakibat pada pembengkakan gusi.

“Terkadang masyarakat menganggap remeh karang gigi padahal jika terus dibiarkan semakin banyak bisa menyebakan gusi bengkak dan berdarah. Bahkan dapat merusak akar dan tulang gigi sehingga gigi rentan untuk copot,” jelas Haris.

Sementara itu Adam Indra mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis asal Jakarta mengatakan, kegiatan pemeriksaan gigi gratis ini sangat membantu bagi mahasiswa. Karena menurutnya, mahasiswa menjadi memiliki pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut masing-masing.

“Kita tadi tidak hanya diperiksa namun juga disampaikan mengenai hal-hal yang harus saya lakukan dalam merawat gigi dan mulut serta bagaimana mengatasi keluhan-keluhan yang saya alami,” ujar Adam.