Kreatif Dan Inovatif Adalah Modal Awal Dalam Bisnis

Wirausaha_UNEJ-630x330px

Jember, 16 Januari 2017

“Tidak perlu hebat saat memulai, tetaapi untuk hebat harus dimulai.” Sepenggal kalimat motivasi ini dilontarkan Arif Susanto CEO Dus Duk Duk dalam acara sosialisasi wirausaha muda mandiri yang dihadiri oleh 100 mahasiswa Universitas Jember, (13/1). Dalam acara yang digelar di Aula lantai tiga Kantor Pusat Universitas Jember ini mengajak kepada para peserta untuk mulai berfikir kreatif dan inovatif.

“Seorang yang ingin menjadi pengusaha harus bisa berfikir kreatif dan inovatif. Karena dengan kreatifitas akan menghasilkan produk yang unik dan tidak jarang banyak diminati oleh masyarakat luas bahkan hingga ke mancanegara,” ujar pemuda yang bergerak dibidang pengolahan sampah kardus ini.

Menurut Arif, dengan bermodal ide kreatif dirinya mampu merubah sampah kardus menjadi barang-barang furniture dan aksesoris lainnya yang bernilai ekonomis tinggi. Bahkan, beragam produk berbahan kardus yang dirinya buat kini mampu menembus pasar Eropa.

“Alhamdulillah dari kardus saya bisa keliling dunia, Australia, Belanda, Asia dan beberapa negara telah memakai produk kami. Bahkan tahun lalu kami dipercaya oleh PBB untuk membuat relief perjuangan Bung Tomo,” imbuhnya.

Arif bercerita, walaupun bisnisnya kini bernilai milyaran rupiah dirinya mengawali bisnis hanya dengan modal yang relatif kecil. Arif mengaku, diawal bisnisnya dirinya ganya mengeluarkan dana sekitar 300-400 ribu rupiah.

“Kardus kan harganya hanya sekitar 3000 rupiah, saya beli beberapa kilogram kemudian saya rubah menjadi sebuah kursi dan meja yang menarik namun cukup kuat untuk diduduki dengan beban dibawah 150 kilogram,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Prof. Dr. M. Sulton, M.Pd. membuka acara secara langsung mengatakan, Universitas Jember akan terus berupaya untuk mencetak para pengusaha muda yang kreatif. Karena menurutnya, bidang ekonomi kreatif terbukti tahan banting dalam menghadapi perubahan ekonomi.

“Sudah banyak terbukti usaha kreatif mampu memyedot tenaga kerja sehingga para pelaku usaha kreatif bisa menciptakan lapangan kerja bukan sebagai pencari kerja,” ujar Prof . Sulton.

 Prof. Sulton melanjutkan, sejak tahun 2009 melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Jember berkomitmen untuk mencetak para pengusaha baru.

“Alhamdulillah kini Universitas Jember juga bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk melahirkan para pengusaha muda baru. Saya pikir banyak pengusaha besar yang memulai usaha mereka sejak duduk dibangku kuliah,”imbuhnya lagi.

Prof. Sulton mengatakan, kedepan Universitas Jember akan membangun sebuah Plaza yang bisa digunakan sebagai media belajar bagi para mahasiswa yang ingin berwirausaha.

“Harapan kami Plaza yang akan kami bangun ini nantinya digunakan oleh para mahasiswa untuk berbisnis. Apakah itu sebagai tempat menjual produk kreatif, kuliner ataupun yang lainnya yang penting digunakan sebagai tempat belajar,” pungkasnya

Leave us a Comment