Teliti Tanaman Biduri Yuli Witono Tampil Sebagai Penyaji Terbaik

yuli-witono_unej-630x330px

Jember, 16 Maret 2017

Flavor Enhancer (penguat rasa) menjadi bagian tidak terpisahkan bagi industri pangan ataupun masyarakat rumah tangga di Indonesia. Flavor Enhancer selama ini kebanyakan diperoleh dengan cara impor. Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber flavor lokal yang jika dikelola dengan baik tidak kalah dari flavor sintetis.

“Bahkan flavor yang kita hasilkan bersifat alami, multifungsional dan lebih aman. Salah satu sumber yang dapat dikelola adalah ikan sungai dan air tawar”, ujar Yuli Witono saat diwawancai disela-sela aktifitas mengajarnya. (16/3).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuli Witono yang berjudul “Produksi Flavor Alami Komersial dengan Memanfaatkan Potensi Bahan Baku dari Ikan Sungai dan Air Tawar secara Enzimatis Menggunakan Protease Lokal dari Tanaman Biduri” ini ditemukan banyak sekali produk lokal yang bisa dijadikan sumber flavor.

“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan flavor enhancer bagi konsumen dan industri pangan di Indonesia yang selama ini kebanyakan diperoleh dengan cara impor. Penelitian ini merupakan penelitian skim Strategis Nasional yang telah lolos didanai secara multi years (2015 s/d 2016) oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek dan Dikti R.I” ujar Yuli.

Berdasarkan hasil penelitiannya ditemukan bahwa secara umum ikan sungai dan air tawar rasanya enak, namun amis, berbau tanah dan berduri rapat. Oleh karena itu menurutnya, perlu dikembangkan teknik preparasi dan teknologi konversinya. Yuli mengaku saat ini teknologi yang dia kembangkan pun berbasis enzimatis yang didapat dari sumber alam lokal di Indonesia yakni enzim protease yang diisolasi dari tanaman biduri (Latin= Calotropis gigantea) yang eksis tumbuh di lahan marginal, sekitar pantai dan tandus.

“Ketika tanaman lain tidak bisa tumbuh namun biduri dapat tumbuh subur. Ternyata merupakan sumber enzim yang potensial sebagai agen aktif untuk menghidrolisis protein ikan menjadi flavor yang berasa sangat gurih (Jepang= Umami),” imbuh mantan Dekan yang memiliki hobi bermusik ini.

Dalam presentasi dan evaluasi dihadapan Kasubdit Riset DRPM Kemenristek & Dikti Dr. Yuli Witono, S.TP., MP. ditetapkan oleh sidang para reviewer sebagai Peneliti Penyaji Makalah Terbaik kelompok 1 yang berkompetisi dengan para penyaji dari berbagai skim (MP3EI, Rusnas, Stranas, Ipteks dan Biomedik). Rupanya selama 2 tahun pelaksanaan risetnya, Yuli Witono telah menghasilkan capaian yang memenuhi target dan bahkan beberapa indikator melebihi target.

“Diantaranya 2 jurnal internasional yang terindeks scopus telah publised, 2 artikel jurnal internasional yang sudah submit dan sedang proses review, 3 draft artikel jurnal internasional, 1 draft artikel jurnal nasional, 5 kali seminar internasional di Indonesia (3 kali), Vietnam dan Belanda, 1 judul buku ber-ISBN, 1 usulan invensi paten, 1 teknologi tepat guna yang akan diterapkan oleh industri mitra,” imbuh pengusaha kuliner ini.

Melalui hasil-hasil penelitian itu pula  Yuli Witono telah 2 kali tampil sebagi keynote / invited speaker dan 2 kali sebagai special lecturer di Jepang dan Jerman. Selain beragam prestasi diatas, Yuli Witono juga mampu menyelesaikan amanah dengan manis selama 1 periode kepemimpinannya sebagai Dekan FTP Universitas Jember periode 2013-2017.

“Alhamdulillah tanggal 1 Maret 2017 lalu saya sebagai dekan telah berakhir dengan capaian kinerja fakultas terbaik di lingkungan Universitas Jember selama 2 tahun berturut-turut dari tahun 2015 dan tahun 2016. Bagi saya pribadi belajar tak kenal usia, bekerja tak kenal pujian dan harga, usai dari satu urusan pergi ke urusan berikutnya dan kerjakan dengan sungguh-sungguh, maka apapun tugas kita dan dimanapun medan juang kita untuk selalu torehkan sejarah dan goreskan yang indah untuk institusi dan negeri kita. Tebarkan dan buat kebaikan dimana-mana pasti kita akan menuai. Semboyan ini yang juga telah dijadikan lirik dalam lagunya Menuju Medan Juang Baru,” pungkasnya.

Leave us a Comment