Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi Universitas Jember Tingkatkan Kemampuan Aplikasi Virtual

Docker_UNEJ-630x330px

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

dokers_UNEJ

Jember, 20 Maret 2017

Dewasa ini penggunaan aplikasi teknologi informasi di lingkungan perguruan tinggi sudah menjadi keniscayaan, karena dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Di lain sisi dunia teknologi berkembang dengan pesat. Oleh karena itu sebagai unit kerja yang membidangi teknologi informasi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi Universitas Jember terus berupaya meningkatkan kemampuannya dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan penguasaan akan aplikasi virtual yang berbasis open source, seperti yang diwujudkan dalam kegiatan “Docker 4th Birthday Meet Up” yang digelar oleh UPT Teknologi Informasi Universitas Jember di lantai 4 gedung CDAST (18/3).

Menurut Sudarko, Ketua UPT Teknologi Informasi Universitas Jember, kegiatan kali ini adalah ajang pengenalan, sosialisasi, diskusi serta tukar pengalaman para praktisi teknologi informasi dalam menggunakan aplikasi virtual berbasis open source Docker. “Kegiatan ini menarik karena dilakukan secara bersamaan dengan para pengguna aplikasi Docker di seluruh dunia, di 149 negara dengan peserta berjumlah 6000 orang lebih. Untuk Indonesia, pelaksanaan Docker 4th Birthday Meet Up hanya diselenggarakan di Jember dan Jakarta,” ujar pria yang juga dosen di FMIPA Universitas Jember ini. Kegiatan Docker 4th Birthday Meet Up di kampus Tegalboto diikuti oleh 50 peserta dari Surabaya, Malang, Banyuwangi, serta Jember. Mayoritas peserta berasal dari perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Jember, dan tuan rumah Universitas Jember.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh , Zulfikar, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jember. Dalam sambutannya, Zulfikar mengapresiasi acara ini. Pasalnya sesuai dengan semangat berbagi yang diusung oleh aplikasi open source, maka semakin banyak yang menggunakan aplikasi ini maka diharapkan akan makin memperkaya pengembangan aplikasi virtual Docker. “Saat ini semangat yang berkembang di dunia teknologi informasi adalah membangun superteam dan bukannya superman. Hal ini tampak dari kawan-kawan yang bergelut di aplikasi open source, termasuk Docker,” jelas Zulfikar.

Sementara itu dalam pemaparannya, Sudarko menjelaskan jika Universitas Jember telah menggunakan aplikasi virtual yang berbasis open source Docker semenjak dua tahun yang lalu. Penggunaan aplikasi Docker ternyata mampu meningkatkan kemampuan Sistem Infromasi Terpadu (Sister) yang dijalankan oleh Kampus Tegalboto. “Universitas Jember memiliki dua puluh delapan ribu mahasiswa aktif. Pada setiap kali registrasi ulang di awal semester, maka dalam setiap menit ada tiga ribu mahasiswa yang mengakses Sister guna melaksanakan KRS dan menggunakan layanan lainnya. Dengan menggunakan Docker, maka kinerja Sister makin baik dan mengurangi keluhan mahasiswa,” imbuh Sudarko lagi.

Untuk diketahui Docker adalah salah satu platform yang dibangun berdasarkan teknologi container. Docker merupakan sebuah proyek open source menyediakan platform terbuka untuk developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, mengemas, dan menjalankan aplikasi dimanapun sebagai sebuah wadah (container) yang ringan. Dengan container, sebuah program ‘diikat’ beserta library-nya, file konfigurasi, dan seluruh hal yang dibutuhkannya. Perbedaan yang sangat terlihat dibandingkan dengan virtualisasi adalah container memiliki ukuran file yang jauh lebih kecil karena tidak perlu menyiapkan sistem operasi secara penuh. Dalam hal ini, pengembang biasa menyebutnya sebagai lightweight platform. Aplikasi yang berjalan menggunakan container pun jauh lebih cepat dan lebih efisien. (iim).

Leave us a Comment