Ilmu Kesehatan Masyarakat, Seni Mencegah Penyakit

docker (14).mp4_20170515_084507.574

Jember, 15 Mei 2017

Banyak orang yang belum paham apa itu Ilmu Kesehatan Masyarakat, bahkan diantara tenaga kesehatan sendiri. Pernyataan menggelitik ini dilontarkan oleh Dr. Widodo J. Pudjiharso, MS, dosen dan pakar Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga dalam kegiatan kuliah umum yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (8/5). Menurut Widodo, Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang baik, untuk menjaga kesehatannya.

Widodo yang tampil memberikan materi bertema perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat dari masa ke masa, lantas menjelaskan bahwa seni mencegah penyakit itu diwujudkan dalam kajian yang ada dalam Ilmu kesehatan masyarakat seperti pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial yang mendukung. “Termasuk salah satunya bagaimana cara menata organisasi kesehatan,” tutur Widodo.

Sesi kedua diisi dengan sesi konsultasi. Kesempatan ini digunakan oleh tiga mahasiswa Program Studi Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, untuk mempresentasikan proposal tesisnya. Selain berdiskusi, proposal tesis tersebut mendapatkan masukan langsung dari pemateri utama dan para peserta yang hadir.

Sementara itu menurut Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes., dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat sekaligus moderator diskusi, acara kuliah umum ini bertujuan untuk menambah khazanah pengetahuan mahasiswa sekaligus ajang berkonsultasi dengan para pakar terkait berbagai bidang kajian di Ilmu Kesehatan Masyarakat. “Saya melihat para peserta sangat antusias mengikuti acara kuliah umum ini, semoga paparan yang diberikan oleh pemateri  dapat dipahami dan menambah pengetahuan mahasiswa, apalagi problem kesehatan di masa datang akan lebih berat dan kompleks,” katanya. Kuliah umum dihadiri oleh 40 peserta. (del/ian)

Blog Attachment