Universitas Jember Dampingi Enam PTS Di Besuki Raya Untuk Tingkatkan Mutu

Asuh2

Jember, 13 Juni 2017

Asuh2

Universitas Jember mendapatkan kepercayaan dari Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), untuk mendampingi enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerah Besuki Raya dalam rangka peningkatkan mutu. Proses pendampingan ini resmi dimulai dengan diawali pertemuan antara Rektor Universitas Jember, dengan enam rektor PTS yakni, Universitas Abdulrahman Saleh Situbondo, Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Universitas Islam Jember, Universitas Lumajang, Universitas Panca Marga Probolinggo dan Universitas Bhakti Indonesia Banyuwangi. Pertemuan sekaligus workshop Program Asuh Perguruan Tinggi ini digelar di ruang aula lantai 2 gedung rektorat dr. R. Achmad (13/6).

Dalam pemaparannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember menjelaskan, Program Asuh Perguruan Tinggi diluncurkan oleh Direktorat Penjaminan Mutu dalam rangka  meningkatkan mutu PTS, apalagi Kemenristekdikti telah menerbitkan Permenristekdikti nomor 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu sebagai acuan bagi setiap perguruan tinggi. “Sebagai Perguruan Tinggi Negeri berakreditasi A, maka Universitas Jember mendapatkan kepercayaan mendampingi PTS di daerah Besuki Raya, apalagi perguruan tinggi di daerah Besuki Raya sudah memiliki kerjasama yang diwujudkan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya. Semoga pengalaman kampus Tegalboto dapat berguna bagi kawan-kawan di PTS,” jelas Moch. Hasan yang ditemui sesusai acara.

Program pendampingan oleh Universitas Jember mendapatkan sambutan  positif, seperti yang diungkapkan oleh H.M. Saiful Bahri, SE., MM., Rektor Universitas Panca Marga, Probolinggo. Menurutnya ada beberapa problem utama yang dialami oleh Universitas Panca Marga dalam meningkatkan mutu, yakni masalah Sumber Daya Manusia (SDM) serta fasilitas pendukung perkuliahan semisal laboratorium. “Harus diakui SDM dan fasilitas yang ada di kami masih terbatas sehingga akreditasi kami pun belum baik,” tuturnya. Sementara itu Totok Sugiarto, SH., MH, Pembantu Rektor I Universitas Panca Marga menginginkan agar Program Asuh Perguruan Tinggi juga melibatkan pihak yayasan sebagai pemilik PTS, agar terjalin kesepahaman antara rektorat dan yayasan.

Usulan Universitas Panca Marga tersebut mendapatkan dukungan dari Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi. Menurutnya seringkali pihak yayasan yang menaungi PTS tidak tahu kondisi nyata di lapangan, sehingga terkdang muncul konflik antara yayasan dengan jajaran pengelola PTS. “Saya juga berharap  agar Program Asuh Perguruan Tinggi ini mampu membangun budaya mutu di PTS, serta membuka kerjasama yang lebih luas semisal di bidang penelitian dan publikasi ilmiah,” kata Andang Subaharianto.

Sementara itu menurut Dr. Sugeng Winarso, koordinator Program Asuh Perguruan Tinggi, program ini akan dimulai pertengahan bulan Juli sampai akhir tahun 2017. “Targetnya setiap PTS dapat menyusun dan mengembangkan dokumen mutu, peningkatan kompetensi SDM pengelola penanggung jawab mutu, penyusunan dokumen mutu menjadi standar operating procedur, serta implementasi dan verifikasi dokumen mutu. Kita juga bakal mendampingi program studi di PTS yang akan mengajukan akreditasi,” imbuh dosen di fakultas Pertanian Universitas Jember ini. Dari data yang ada, terdapat 20 program studi di enam PTS yang bakal didampingi oleh Universitas Jember melalui Program Asuh Perguruan Tinggi. (iim)

Blog Attachment