Wakil Bupati Jember Memberikan Tausiyah Di Kampus Tegal Boto

DSC_1244

Jember, 16 Juni 2017

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief hadir di Kampus Universitas Jember, (16/06). Pria yang akrab disapa Kyai Muqit ini hadir dalam rangka memberikan siraman rohani kepada para pimpinan dan karyawan  di lingkungan Universitas Jember. Dalam tausiyah singkatnya Kyai Muqit menyampaikan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua.

“Dibulan Ramadhan ini banyak sekali warga masyarakat yang berbondong-bondong degan penuh semangat berbagi makanan untuk berbuka secara gratis. Ada yang berupa makanan pembuka atau berupa nasi kotak. Namun terkadang ada yang lupa rupanya orang tuanya dirumah belum dikirimi makanan sama sekali,” ujar Kyai Muqit saat memberikan tausiyah di Masjid Al-Hikmah Universitas Jember.

Kyai Muqit menyampaikan, kewajiban seorang anak terhadap orang tua adalah tidak hanya dengan menghormati mereka. Namun menurutnya, anak harus mampu memposisikan orang tua sebagai hal yang utama.

“Jadi sebelum kita berbuat baik kepada orang, sebelum kita berbagi rejeki kepada orang lain pastikan bahwa orang tua kita tidak sedang dalam kekurangan. Pastikan bahwa semua kebutuhan dan keinginan mereka sudah kita tunaikan sebagaimana mereka menunaikan setiap keinginan dan kebutuhan kita saat masih usia anak-anak,” ujarnya lagi.

Pengasuh Pondok Pesannen Al-Fatah ini mengatakan, kalaupun orang tua adalah orang yang jahat tidaklah menggugurkan kewajiban seorang anak untuk berbakti kepadanya.

“Jika seandainya mereka (orang tua) adalah seorang penyembah berhala sekalipun maka kita tetap wajib berbuat baik kepada mereka. Namun kita juga wajib menolak manakala orang tua kita menyuruh untuk berbuat maksiat pada Allah wajib kita tolak dengan cara yang santun,” imbuhnya lagi.

Selain itu dihadapan para pimpinan dan karyawan Universitas Jember juga mengajak agar senantiasa amanah dalam menjalankan setiap pekerjaan.

“Pekerjaan dan jabatan adalah titipan dan kita harus betul-betul amanah dalam menjaga titipan tersebut. Jika kita betul-betul menjaga amanah dengan baik maka tidak akan ada lagi perilaku curang di dalam bekerja seperti korupsi ataupun pungli yang di luar ketentuan,” lanjut Kyai Muqit.

Diakhir ceramahnya Kyai Muqit berpesan agar senantiasa bersikap jujur dalam menjalankan pekerjaan.

“Tidak perlu ikut-ikutan teman atau atasan yang tidak jujur. Jika anda diajak untuk berbuat curang ingatlah bahwa itu adalah perbuatan dosa yang dilarang oleh Allah. Insyaallah anda akan merasakan kenyamanan dan kenikmatan dalam menjalani stiap tugas kerja,” pungkasnya.