Melalui Bidikmisi, Devi Ingin Wujudkan Mimpi Mendirikan Sekolah Gratis

DSC_0699

Mimpi Kusnul Khotimah beserta suaminya Subagio untuk menyekolahkan anak hingga jenjang pendidikan tinggi akhirnya terwujud. Pasalnya Devi Yauma, putri ke tiga mereka dinyatakan diterima di kampus Universitas Jember melalui jalur SBMPTN dengan beasiswa Bidikmisi. Senyum sumringah nampak jelas di wajah Khusnul Khotimah saat mendampingi putrinya melakukan proses verifikasi di gedung Soetardjo kemarin, (6/7).

“Alhamdulillah akhirnya anak saya ada yang bisa kuliah. Kedua kakaknya semua hanya lulusan sekolah dasar semoga nantinya Devi bisa menjadi contoh bagi kedua adiknya untuk terus menuntut ilmu walaupun mengalami keterbatasan ekonomi,” ujar Khusnul Khotimah.

Khusnul yang hanya seorang ibu rumah tangga mengaku pasrah saat putrinya menyampaikan hendak melanjutkan kuliah di Universitas Jember. Setiap malam Khusnul tidak pernah berhenti mendoakan putrinya agar diberikan kemudahan,

“Suami saya hanya buruh tani yang penghasilannya hanya cukup buat makan. Saya hanya berdoa dan terus berdoa. Disaat sebelum makan sahursaya sempatkan untuk bermunajat pada Allah supaya Devi bisa kuliah,” ujar Khusnul sembari menyeka air matanya.

Sementara itu, Devi Yauma yang dinyatakan lolos seleksi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Guru PAUD mengaku bangga bisa kuliah di Universitas Jember. Gadis asli Jember ini sudah sejak lama bercita-cita melanjutkan proses studinya di kampus Tegalboto.

“Sejak ada program Bidikmisi tekad saya semakin kuat untuk melanjutkan ke Universitas Jember. Saya memang sengaja memilih PG PAUD karena memang suka dengan anak-anak,” ujarnya.

Devi mengaku dirinya tidak pernah berfikir untuk kuliah dikampu lain. Karena menurutnya Universitas Jember adalah pilihan kampus yang tepat baginya.

“Selain Universitas Jember termasuk kampus besar yang terakreditasi A saya tidak perlu jauh-jauh dari kedua orang tua saya di Rambi. Sembari kuliah saya bisa membantu kesibukan orang tua dirumah,” ujar gadis yang bercita-cita mendirikan sekolah gratis ini.

Devi berharap dengan menajadi seorang sarjana pendidikan dirinya mampu memutus mata rantai kemiskinan keluarganya dan masyarakat sekitar dimana Devi tinggal.

“Saya yakin pendidikan adalah salah satu jalan untuk merubah hidup seseorang. Karena pendidikan akan merubah pola pikir dan pola pikir itulah yang kemudian berperan merubah kehidupan seseoarang termasuk dalam hal perekonomian,” pungkas gadis yang hobi bernyanyi ini.