Intercultural Competence, Kunci Menguasai Bahasa Asing

PusatBahasa1

Jember, 10 Agustus 2017

Belajar bahasa, adalah juga belajar memahami budaya. Pasalnya bahasa dan budaya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kesadaran untuk memahami budaya saat belajar sebuah bahasa asing inilah yang kemudian melahirkan istilah Intercultural Competence dalam kajian bahasa. Guna memberikan pemahaman mengenai Intercultural Competence, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bidang Studi Pusat Bahasa Universitas Jember menggelar seminar bertajuk “Enhancing Student’s English Proficiency in Multicultural Classroom”. Workshop yang digelar selama dua hari ini (9-10/8) di Gedung Soerachman ini adalah hasil kerjasama antara Universitas Jember dengan Shantou University Guangdong, China.

PusatBahasa1

Dalam sambutannya, Dr. Aan Erlyana Fardhani, Kepala UPT Bidang Studi Pusat Bahasa menjelaskan jika seminar ini digelar dalam rangka memberikan pencerahan kepada para pengajar bahasa, sekaligus meningkatkan kompetensi. “Saat ini Intercultural Competence adalah tren terbaru dalam pengajaran bahasa asing, oleh karena itu kami selaku pengajar bahasa dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu meningkatkan kemampuan peserta didik,” ujar Aan Erlyana yang juga dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Jember ini.

Workshop menghadirkan empat pembicara dari Lembaga Bahasa Shantou University, mereka adalah Brandon David Castrejon, Ricardo Ribeiro, Ravi Dutt Sharma, dan Shi Zheng Zhang. Dalam pemaparan materinya, Brandon David Castrejon menjelaskan, bahwa bahasa dan budaya tak pernah dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, terutama dalam dunia pendidikan bahasa itu sendiri. “Intercultural Competence mengedepankan pengembangan kemampuan berbahasa secara komunikatif, dengan mendorong peserta untuk aktif memahami praktik berbudaya, tentunya melalui bahasa. Intercultural Competence juga diharapkan menjadi jembatan antara budaya dari pembelajar bahasa dengan budaya target dari bahasa yang dipelajari,” jelasnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh, Zulfikar, Wakil Rektor I bidang akademik, kemahasiwaan dan alumni Universitas Jember. Dalam sambutannya, Zulfikar mengharapkan agar jalinan kerjasama antara Universitas Jember dengan Shantou University terus berkembang, tidak hanya di bidang pengembangan bahasa saja. Peserta yang turut berpartisipasi sebanyak 89 peserta yang terdiri dari 35 dosen bahasa di Kampus Tegalboto Universitas Jember. Sementara itu peserta lain yang hadir berasal dari Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Jember, IAIN Jember, Universitas Islam Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan para guru bahasa dari SMA di daerah Jember dan Besuki Raya. (lid/iim)

Blog Attachment