LPM Universitas Jember Dukung Kemensos Melalui Program KKN

Jember, 20 April 2016

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Jember bersama Kementerian Sosial (Kemensos), meresmikan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) Program Desa Sejahtera Mandiri di Desa Pakis Kecamatan Panti, Jember (18/4). Peresmian dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa  didampingi Rektor dan Ketua LPM Universitas Jember, serta Bupati Jember, dr. Faida, MMR. Program ini merupakan hasil kerjasama LPM Universitas Jember melalui mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Kemensos RI. “Ada tiga rumah yang berhasil direhab oleh mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti program KKN di Desa Pakis ini,” kata Drs. Anwar, M.Si, Kepala LPM Universitas Jember.

Sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan Kemensos seperti yang dilaksanakan di Jember mendapatkan pujian dari Mensos. “Keberhasilan program ini adalah keberhasilan bersama karena  merupakan sinergi dari tiga pilar, pemerintah, perguruan tinggi dan peran serta masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan desa sejahtera mandiri,” ujar Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya di Kantor Desa Pakis, Panti.

Selanjutnya Khofifah mengaku, peran serta perguruan tinggi dalam upaya percepatan program pemberdayaan masyarakat sangatlah diperlukan. Melalui program KKN perguruan tinggi bisa menjadi fasilitator masyarakat dalam upaya melakukan pemberdayaan agar masyarakat pedesaan bisa tumbuh menjadi masyarakat yang berdaya. “KKN bisa menjadi pintu pemberdayaan masyarakat desa, karena dilaksanakan secara berkelanjutan. Misalnya pada tahun pertama digunakan untuk pemetaan masalah dan perencanaan program, tahun kedua untuk melaksanakan program, sementara KKN gelombang ke tiga digunakan untuk pendampingan. Sehingga perlu tiga tahun saja untuk mewujudkan DSM Desa Sejahtera Mandiri,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, Mensos berharap sinergi antara Universitas Jember dengan Kemensos tidak hanya hanya dalam program pembangunan rumah layak huni saja. Namun Khofifah berharap ada program lanjutan dalam upaya memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi. “Saya berharap nantinya Universitas Jember bisa mendampingi masyarakat dalam Kelompok Usaha Bersama, teman-teman KKN bisa menjadi mentor dalam proses produksi atau membantu dalam proses pemasaran dan distribusi produk,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Jember yang juga hadir dalam acara itu mengaku bangga atas kinerja yang dilakukan oleh para mahasiswa program KKN dalam mensukseskan program Rutilahu.  “Universitas Jember memang luar biasa dalam mendidik mahasiswanya untuk memiliki empati sosial yang tinggi terhadap semua persoalan yang dihadapi oleh masyarakat terutama masyarakat pedesaan dan ini adalah pembelajaran yang sangat bagus,” ujar dr. Hj. Faida, MMR.

Faida mengatakan, pemerintah Kabupaten Jember akan terus menggandeng Universitas Jember dalam mendampingi masyarakat. “Kami harap kerjasama satu desa satu dosen akan bisa segera terealisasi dengan maksud agar para dosen bisa menjadi problem solver bagi penguatan dan percepatan pembangunan masyarakat yang berdaya ekonomi mandiri,” ujarnya.

Harapan Mensos dan Bupati Jember coba dijawab oleh LPM Universitas Jember. Menurut Drs. Anwar, M.Si, LPM Universitas Jember terus berupaya untuk memberikan spirit dan warna yang lebih kuat pada program-program pemberdayaan masyarakat sebagai suatu gerakan sosial. “Salah satunya kita bekerja sama dengan Kemensos dalam melaksanakan Program Pembangunan Rumah Layak Huni sebanyak 140 unit rumah di lima desa yang ada di lima kecamatan, meliputi Desa Kepanjen Gumukmas, Desa Sumberkejayan Mayang, Desa Dawuhan Mangli Sukowono, Desa Sukowiryo Jelbuk dan Desa Pakis Panti yang hari ini kita resmikan,” ujarnya.

Anwar berharap pada program lanjutan juga akan diupayakan program-program tambahan yang mengandung wilayah pemberdayaan yang lebih tinggi seperti halnya pendampingan dalam program Kelompok Usaha Bersama (Kube). “Program inovatif lain seperti halnya usaha kreatif kelompok atau usaha lainnya sehingga peningkatan kapasitas individu dan masyarakat dapat diakselerasi lebih cepat untuk mencapai desa yang sejahtera dan mandiri,” pungkasnya. (mun)

Leave us a Comment