Lega Bertemu Saudara Di Rantau…

Jember, 24 Mei 2016

Wajah Serefiswan Rajagukguk tampak begitu gembira saat disambut oleh Paguyuban Mahasiswa Batak di gedung Soetardjo Universitas Jember. Jauh-jauh dirinya datang dari Sumatera Utara ke Jember mengantarkan putri tercintanya Tri Wanti untuk melaksanakan verifikasi final. Tri Wanti dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2016) untuk program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember. “Saya tidak menyangka kalau di Jember ternyata banyak juga mahasiswa dari tanah Batak, saya datang kesini disambut dengan baik, mereka anggap saya sebagai orang tuanya. Saya sangat merasa nyaman dan aman selama bersama mereka,” ujar Serefiswan Rajagukguk lega.

Bekerja sebagai tenaga guru honorer di salah satu sekolah yang ada di Tapanuli Utara, Serefiswan sempat tidak percaya bisa menginjakkan kaki ke  Jember untuk mengantar putrinya di Kampus Tegalboto. Namun keyakinannya yang kuat membuatnya berani melangkah untuk memberangkatkan putrinya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Buat beli tiket pesawat saja kami bingung dapat dari mana, tapi tidak mengapa biarlah orang tua tinggal digubug derita asal anak bisa lanjut sekolah,” ujar Serefiswan sembari menyeka air matanya yang sejak tadi mulai mengalir.

Ibu dari empat orang anak ini mengaku tidak lagi kawatir untuk meninggalkan putrinya belajar di Universitas Jember. Dirinya yakin, saudara sekampung halaman yang tergabung dalam “Paguyuban Horas” akan menjaga putrinya dengan baik. “Saya yakin dan percaya, pasti kakak-kakaknya yang disini akan menjaga anak saya. Mungkin 4 tahun dia bakal tinggal di Jember, nanti saya akan datang lagi saat dia diwisuda. Mudah-mudahan saya dapat uang buat beli tiket pesawatnya,” imbuhnya sendu.

Sementara itu Winner Collin Sihite perwakilan dari Paguyuban Horas mengatakan, sejak pengumuman hasil seleksi jalur SNMPTN diumumkan, dirinya berinisiatif untuk mencari informasi jumlah siswa dari tanah Batak yang lolos di Universitas Jember. Berdasarkan data yang dia dapatkan dari Bagian Humas & Protokol Universitas Jember, ada sebanyak 26 anak yang lolos.

“Dari data itu kemudian kami coba telusuri nama-nama yang bersangkutan melalui media sosial seperti facebook. Kami juga menggunakan jaringan kekerabatan yang ada untuk mencari informasi calon mahasiswa baru Universitas Jember. Siapa tahu ada keluarga atau saudara yang diterima di Kampus Tegalboto. Kawan-kawan juga mencari tahu ke sekolah asal masing-masing, mungkin, ada adik kelas  yang diterima di kampus Tegalboto. Berdasarkan informasi tadi, kami aktif mencari mereka, ada kawan yang menjemput langsung di bandara, ada juga yang bertugas menjemput di terminal Tawang Alun  Jember,” ujarnya.

Menurut mahasiswa yang akrab disapa Winner ini menuturkan, perasaan senasib dan seperjuangan di negeri rantau membuatnya bersama teman-teman asal tanah Batak tergerak untuk membuka bantuan informasi bagi calon mahasiswa baru Universitas Jember asal Sumatera Utara. “Selain itu, kegiatan  seperti ini adalah agenda rutin kami, mulai dari mencarikan tempat kos-kosan, tempat makan dan tempat singgah sementara untuk keluarga baru kami,” pungkasnya. (moon,iim)

Leave us a Comment