Dua Anak Petani Tempuh Program Doktor di Universitas Jember

Jember, 13 Oktober 2016

Ada yang menarik dari kegiatan kuliah umum bertema “Peran Statistik Dalam Pembangunan” yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas di gedung Mas Soerachman (13/10). Di deretan kursi peserta yang didominasi oleh mahasiswa Program Pascasarjana tampak dua mahasiswa program doktor yang jika diperhatikan wajahnya mirip satu dengan yang lain, seperti bersaudara. Mereka tampak serius menyimak kuliah umum yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suryamin, M.Sc.

            Ternyata tebakan itu tidak keliru, kedua mahasiswa tersebut, Nanik Hariyana dan  Hendra Syahputra memang adalah kakak beradik asal Dusun Gadungan, Desa Kasiyan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Nanik sang adik lantas mulai bercerita. “Kami berdua memang bercita-cita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan kami berdua memilih melanjutkan studi ke Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember,” ujar perempuan berjilbab ini.

Nanik kemudian menjelaskan walaupun mereka tinggal di desa, namun urusan menuntut ilmu tidak mau kalah dengan mereka yang tinggal di kota. Walaupun harus pulang pergi dari Puger ke Jember untuk kuliah, ritual ini mereka jalani dengan sabar. “Mempelajari ilmu itu kewajiban manusia, karena ilmu bekal penting dalam kehidupan kita. Tanpa ilmu, kita tidak akan pernah tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Tanpa ilmu pula kita akan terjebak dalam kebodohan dan ketidaktahuan. Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa,” jelasnya serius.

Awalnya Nanik yang memutuskan untuk kuliah S3 di tahun 2014. Ternyata langkah nanik diikuti oleh sang kakak, Hendra di tahun 2016 ini. “Alhamdulillah saya baru saja menyelesaikan seminar proposal disertasi, sedangkan kakak saya Hendra baru masuk tahun ini,” kata Nanik. Memiliki saudara yang kuliah di program studi yang sama tentu memiliki banyak keuntungan. Dari bisa berbagai buku diktat, catatan hingga berdiskusi bersama.  “Kita selalu kompak, ketika di rumah kita selalu bertukar pendapat tentang hal-hal yang kaitanya dengan kuliah, kita sama-sama saling mendukung dan saling memberi support. Ketika ada dari salah satu dari kita diserang malas atau bosan, yang lain memberi semangat,” tambah sang kakak, Hendra.

Satu hal lagi yang membuat kakak beradik ini bersemangat menjalani perkuliahan. Dukungan dan doa orang tua. “Meskipun orang tua kami hanya petani, tapi bab pendidikan mereka sangat perhatian. Nasehat Bapak Ibu yang selalu kami ingat adalah agar kami terus belajar setinggi-tingginya,” pungkas Hendra sambil tersenyum. (hr, Pascasarjana UNEJ).

Leave us a Comment