Jadi Peneliti Itu Menyenangkan

Jember, 16 November 2016

Angel2

“It’s fun to be scientist.” Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Prof. Angel Anne Yanagihara, dari John A. Burns School of Medicine, University of Hawaii at Manoa, Amerika Serikat, dalam kegiatan kuliah umum yang digelar oleh Program Studi Pascasarjana Universitas Jember di gedung Soerachman (16/11). Prof. Angel hadir di kampus Tegalboto guna berbagi ilmu, dan memberikan semangat kepada mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan dan Bioteknologi, beserta peneliti di Universitas Jember agar terus meneliti. Menurutnya menjadi peneliti adalah pekerjaan yang menyenangkan.

Pakar racun hewan dan pengobatannya ini kemudian memulai kuliah dengan penjelasan mengenai racun jellyfish dan ubur-ubur yang selama ini menjadi perhatiannya. Uniknya, ketertarikan Prof. Angel terhadap ubur-ubur bermula saat dirinya disengat ubur-ubur ketika berenang di sebuah pantai di Hawaii pada tahun 1997. “Waktu itu saya hampir mati tenggelam gara-gara tidak mampu berenang setelah disengat ubur-ubur. Semenjak itu saya tertarik meneliti racun ubur-ubur dan bagaimana pengobatannya,” tutur Angel yang berbagi tips pertolongan pertama ketika disengat ubur-ubur. Pesannya, jika disengat ubur-ubur segera basuh dengan cuka yang diteruskan dengan air hangat, setelah itu periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dari ketekunan meneliti ubur-ubur, membawa Prof. Angel melanglang buana ke berbagai negara, termasuk Indonesia. “Semenjak tiba di Indonesia tanggal 2 November lalu, saya telah berkesempatan meneliti jellyfish yang ada di pantai Situbondo bersama para peneliti di Universitas Jember,” ujar Angel yang sudah meneliti ubur-ubur di Australia, Filipina, Irlandia dan negara lainnya. Totalitas Prof. Angel dalam meneliti ubur-ubur juga didukung dengan kemampuannya di bidang fotografi bawah laut.

Menurut Prof. Angel, kesempatan melakukan penelitian di berbagai lokasi ini menjadi salah satu keasyikan bagi seorang peneliti. “Saya bisa tahu berbagai tempat, mengenal budaya beserta adat istiadatnya, selain tentu dapat memperdalam bidang penelitian saya,” jelas Angel yang saat memberikan kuliah umum tampil anggun dengan jilbab warna hitamnya. Beberapa mahasiswi yang berkesempatan bertanya dalam sesi diskusi, memuji penampilannya yang menurut mereka makin cantik saat memakai jilbab.

Ketika ditanya mengapa memakai jilbab, Prof. Angel menjawab karena dirinya ingin menghormati masyarakat Indonesia, khususnya Jember yang mayoritas Muslim. “Saya memakai jilbab sebagai salah satu bentuk cultural courtesy, untuk menghargai kawan-kawan di sini yang Muslim,” jawabnya santun. Prof. Angel kemudian berbagi pengalaman, dari pengalamannya berkolaborasi dengan sesama peneliti dari berbagai latar belakang, ternyata kecintaan terhadap ilmu pengetahuan guna meningkatkan derajat hidup manusia, mampu  menjadi perekat yang bisa meniadakan sekat-sekat perbedaan. “Pemersatu para peneliti itu yah nilai-nilai kemanusiaan. Jadi seperti yang saya bilang, menjadi peneliti  itu asyik,” pungkas Prof. Angel sambil tersenyum. (Tim Humas UNEJ)

Leave us a Comment