Fakultas Hukum Universitas Jember Pertemukan Ahli Hukum Tata Negara Se-Asia Tenggara

 

Jember, 21 November 2016

Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember mempetemukan para ahli hukum tata negara Se-Asia Tenggara dalam workshop internasional bertajuk State, Constitutionalism & Citizenship In Southeast Asia yang diselenggarakan selama tiga hari di Kalibaru Cottage, Banyuwangi, Jawa Timur (18-20/11). Selain diikuti oleh peserta dari luar negeri, peserta yang hadir adalah dosen hukum tata negara dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa dan pemerhati masalah sosial seperti masalah Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurut Nurul Ghufron, Dekan FH Universitas Jember, workshop kali ini merupakan bagian dari program Summer School hasil kerjasama antar Fakultas Hukum di tiga Negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia dan Thailand. “Kerjasama Summer School antar Fakultas Hukum Asia Tenggara ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka kajian-kajian tentang penghormatan, pemahaman dan advokasi terhadap Hak Asasi Manusia khususnya di Asia Tenggara,” ujar Dekan Fakultas Hukum.

Sementara itu menurut ketua panitia kegiatan, Al Khanif, ada tujuh belas pembicara yang tampil, mereka berasal dari Fakultas Hukum di Asia Tenggara dan Jepang. “Pembicara yang hadir antara lain dari Fakultas Hukum National University of Singapore, University of Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Thammasat University, dan Nagoya University. Untuk diketahui, mayoritas pemateri ini sudah sering bekerjasama dengan para dosen di FH universitas Jember,” ujarnya di sela-sela acara.

Selain diisi dengan diskusi mengenai hubungan antara negara, konstitusi, HAM dan kewarganegaraan, kegiatan juga dilengkapi peluncuran pusat kajian baru di FH Universitas Jember, yakni Center for Human Rights & Migration (CHRM). “Harapannya, CHRM Fakultas Hukum Universitas Jember mampu menjadi pusat kajian dan pengembangan karya-karya ilmiah serta advokasi di bidang HAM dan permasalahan migrasi, khususnya di Indonesia. Sekaligus bagian implementasi nilai-nilai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila untuk pengembangan ke-bhinekaan di Asia Tenggara,” tambah Dekan FH Universitas Jember.

Kegiatan secara resmi ditutup oleh Rektor Universitas Jember, Moh.Hasan, yang dalam sambutan penutupannya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih ditingkatkan dan menghasilkan karya-karya yang mampu menjawab permasalahan HAM, ragam budaya dan migrasi khususnya di Asia Tenggara. (fik/is)

Leave us a Comment