Cindy Sistyarani: Mahasiswa Harus Pandai “Menjual Diri”

DSC_9239

Jember, 25 September 2017

Kemampuan “menjual diri” menjadi bagian penting saat melakukan tes wawancara dalam melamar suatu pekerjaan. Kemampuan berkomunikasi yang baik ini akan menentukan seseorang diterima atau ditolak untuk bekerja disebuah perusahaan yang diinginkan. Demikian yang disampaikan oleh Cindy Sistyarani presenter Kompas TV saat menjadi pemateri dalam Seminar & Workshop Nasional dengan tema “Public Speaking Be Confident With Personal Skill And Let’s Stand Out “ di aula lantai II FISIP Universitas Jember, (23/9).

Dihadapan 200 peserta yang hadir dari perwakilan mahasiswa beberapa perguruan tinggi yang ada di wilayah Jawa Timur Cindy mengatakan, kemampuan yang baik dalam bidang Public Speaking akan sangat membantu dalam kelancaran karir.

“Misalnya anda lulus dengan IPK 4.00 tetapi saat diwawancara kerja anda tidak bisa berbicara dengan baik. Apa iya perusahaan yakin bahwa anda itu benar-benar memiliki kemampuan yang bagus dibidang anda,” ujar Cindy.

Cindy mengatakan, dalam beberapa hal kemampuan dalam bidang puclic speaking menjadi bagian terpenting dalam memecahkan suatu persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Misalnya sekarang kan lagi ada konflik Rohingnya kemudian anda diminta untuk mewakili warga Rohingnya untuk bernegoisasi dengan pemerintah Myanmar. Maka seluruh nasib warga Rohingnya bergantung pada bagaimana cara anda dalam berbicara dan bernegoisasi.  Bisa jadi berdamai atau bisa juga tambah parah,” ujar lulusan Manajemen Pemasaran ini.

Cindy menambahkan, dalam melakukan komunikasi di depan khalayak umum harus pandai memilih kata yang pantas dan mudah dimengerti oleh lawan bicara. Menurutnya, pilihan kata menjadi sangat penting agar orang yang diajak bicara bisa merasa nyaman dan merasa lebih hangat.

“Semua itu ada ilmunya termasuk dalam hal berbicara, bagaimana menyampaikan pendapat, cara memilih kata yang pas. Jangan sampai kita menggunakan kalimat atau kata yang tidak populer agar kita terkesan orang pintar tetapi orang yang kita ajak bicara tidak mengerti dengan apa yang kita sampaikan,” imbuh Cindy. (mun,del)