Ciptakan Detektor Kelayakan Telur, Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember Sukses Di Scientific Great Moment 2017

EGGSOS_UNEJ

Jember, 12 Oktober 2017

Prihatin dengan kesulitan para peternak ayam petelur dalam memeriksa kondisi telur yang akan dijual, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Jember tergerak untuk menciptakan alat pendeteksi kelayakan telur. Ditemui di kampus Fakultas Teknik (12/10), M. Arif Baihaqi, Muh. Fazauddiyak, dan Malikul Fanani, menjelaskan jika alat ciptaan mereka memiliki ketepatan mendeteksi kelayakan telur hingga 85 persen, serta mudah digunakan. Ketiganya menamakan alat detektor telur ciptaannya EGGSOS.

“Kami mengamati selama ini peternak ayam petelur kesulitan dalam menentukan mana telur yang layak dan mana yang tidak. Padahal mengkonsumsi telur yang tidak layak secara kesehatan berpotensi untuk menimbulkan berbagai penyakit seperti sakit pada perut bagian atas, demam tinggi, sakit kepala, diare bahkan muntaber,” jelas Malikul Fanani.  Ketiganya lantas berkonsultasi dengan dosen pembimbing guna mencari solusi permasalahan ini. Uniknya dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan, alat mereka sudah tercipta.

EGGSOS_UNEJ

Muh. Fazauddiyak lantas menerangkan cara penggunaan alat yang mereka ciptakan. “Hanya dengan menaruh telur pada alat EGGSOS, parameter kelayakan kualitas telur akan secara otomatis bakal tampil pada layar. Parameter kelayakan tersebut meliputi berat telur, kekentalan kuning telur, dan warna cangkang. Ketiga parameter tersebut mengacu kepada  Standar Nasional Indonesia bidang Peternakan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” terang mahasiswa angkatan 2015 ini .

Sementara itu Arif Baihaqi menambahkan sistem kerja alat ciptaan mereka. “Alat yang kami buat ini dilengkapi dengan pendeteksi kepekatan dan kualitas kuning telur berupa sensor Light Dependent Resistor (LDR) yang berfungsi sebagai sensor cahaya dan photodioda yang dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik. Hasilnya lantas ditampilkan pada monitor yang tersedia.  Penggunaannya sangat mudah dan yang penting tidak akan merusak cangkang dari telur itu sendiri,” imbuhnya.

EGGSOS buatan tiga punggawa dari Fakultas Teknik Universitas Jember ini ternyata mendapatkan apresiasi. Terbukti EGGSOS mendapatkan juara tiga dalam ajang lomba karya tulis ilmiah “Scientific Great Moment 2017” yang digelar oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, tanggal 1 Oktober lalu. “Saat presentasi dan proses penilaian, ketiga juri memberikan pujian terhadap judul dan alat yang kami buat ini. Bahkan salah seorang juri tersebut berniat untuk membeli alat yang kami buat ini,” kata Arif yang asli Mojokerto ini.

“Para juri juga berharap agar alat yang kami ciptakan dapat dikembangkan dan dipasarkan lebih luas, karena dapat digunakan oleh peternak skala besar maupun kecil, bahkan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga dapat berkontribusi terhadap kemajuan peternakan Indonesia,” tutur Fazauddiyak yang bersama kedua kawannya memilih judul “EGGSOS: Inovasi Alat Detektor Kelayakan Telur Ayam Berbasis Arduino Dengan Menggunakan Fuzzy Logic di Kabupaten Jember”. Selain diikuti oleh tim Universitas Jember dan tuan rumah, peserta lain yang turut berpartisipasi antara lain Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh November, USU, Universitas Brawijawa, UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Kalijaga, dan Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang, dan lainnya. (lid/iim)

Blog Attachment