David Stein : 30 Persen Proses Belajar Mengajar Saat Ini Menggunakan E-Learning

DavidStein-UNEJ

Jember, 6 Oktober 2017

David Stein, associate professor pada Departement of Educational Studies, University of Ohio, Amerika Serikat, menjelaskan, 30 persen proses belajar mengajar dan saat ini sudah menggunakan sistem e-learning. Persentase ini nantinya akan makin bertambah seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang makin cepat. Data ini disampaikan oleh David Stein kala memberikan pelatihan bagi para dosen Universitas Jember di aula lantai 2 gedung Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), hari Jumat, di Kampus Tegalboto (6/10). David Stein hadir sebagai pembicara dalam workshop bertema “IT Fusion in Learning System” yang digelar oleh LP3M bekerjasama dengan Islamic Development Bank  (IDB) Project Universitas Jember.

Pria yang juga pakar belajar jarak jauh ini lantas menambahkan, walaupun perkembangan e-learning menunjukkan trend yang makin meningkat, namun untuk saat ini pertemuan tatap muka masih dirasa penting. Untuk itu David Stein mengajukan konsep Blended Learning. “Blended Learning tetap mengalokasikan waktu untuk tatap muka, namun materi pengajaran sudah ada dalam bentuk online. Jadi porsi tatap muka 30 persen sementara sisanya sudah dalam bentuk e-learning,” ujar David Stein. Dirinya lantas menambahkan sistem ini cocok untuk negara seperti Indonesia yang infrastuktur teknologi komunikasinya belum merata di semua wilayah.

“Untuk melaksanakan Blended Learning maka pengajar atau dosen hendaknya menyiapkan bahan seperti video pelajaran, penugasan secara online yang dilanjutkan dengan praktek di kelas, dan tentunya kesiapan memberikan layanan konsultasi online. Blended Learning memberikan banyak manfaat antara lain fleksibilitas waktu pengajaran, serta mampu menjangkau banyak peserta,” imbuh David Stein yang sebelumnya memberikan pelatihan serupa di Universitas Negeri Malang. Workshop dihadiri oleh para ketua program studi di Kampus Tegalboto, khususnya ketua program studi  yang telah mendapatkan akreditasi A.

Acara worskhop dibuka oleh Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni. Dalam sambutannya, Zulfikar berharap materi yang diberikan oleh David Stein dapat diaplikasikan di program studi yang ada, sehingga nantinya tidak hanya berhenti pada  akreditasi A saja, namun meningkat hingga mencapai standar yang sudah ditetapkan oleh ASEAN University Network-Quality Assurance. Sementara itu dalam pemaparan sebelumnya, Sudarko, Ketua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Teknologi Informasi Universitas Jember menyampaikan, sejak tiga tahun yang lalu kampus Tegalboto telah merintis pelaksanaan e-learning dengan berbagai aplikasinya. “Kini mahasiswa bisa dengan mudah mengunduh bahan kuliah, mengirimkan tugas serta berkonsultasi dengan dosen melalui e-learning,” kata Sudarko. (iim)