Ecological Economic, Salah Satu Kunci Sukses Melaksanakan SDGs

KuliahPerdana-1

Jember, 25 September 2017

Pembangunan ekonomi yang mempertimbangkan lingkungan (Ecological Economic) menjadi salah satu kunci sukses dalam melaksanakan program Suistanable Development Goals (SDGs) yang sudah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ecological Economic  menjadi penting mengingat daya dukung alam makin menurun, sementara tuntutan pemenuhan kebutuhan penduduk dunia makin tinggi. Pendapat ini dilontarkan oleh Endang Murniningtyas, PhD., ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) Komisariat Jakarta, sekaligus salah satu pakar SDGs di Indonesia. Endang Murniningtyas hadir di Kampus Tegalboto (25/9) guna memberikan kuliah perdana kepada mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Jember tahun akademik 2017/2018.

KuliahPerdana-1

Menurut Endang Murtiningtyas, dalam Ecological Economic setiap gerak pembangunan yang dilaksanakan selalu memperhatikan kelestarian alam. “Pembangunan ekonomi yang selama ini dilaksanakan memang mungkin memberikan keuntungan, namun juga memberikan ekses seperti kerusakan lingkungan, kemiskinan dan lainnya,” jelasnya di hadapan 360 mahasiswa baru di gedung serbaguna Fakultas Hukum. Mantan Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappenas RI ini lantas menekankan pentingnya transformasi perilaku untuk mendukung tercapainya SDGs. “Transformasi perilaku dimulai dari kita sendiri, dari hal yang paling sederhana seperti membuang sampah di tempatnya, mengambil seperlunya atau melakukan penghematan di segala bidang,” imbuhnya.

Endang Murniningtyas lantas menekankan peran penting perguruan tinggi sebagai lembaga yang mensukseskan SDGs. “Perguruan tinggi seperti Universitas Jember memiliki peran dalam memenuhi target SDGs, antara lain dengan memberikan edukasi dan mengarusutamakan program SDGs kepada masyarakat dan terutama kepada  mahasiswanya yang kelak bakal terjun ke masyarakat. Sivitas akademika kampus juga memainkan peran melalui riset-riset yang dikerjakan,” kata pakar ekonomi pertanian yang dipercaya menjadi salah satu wakil Indonesia dalam penyusunan target SDGs ini.

Ajakan bagi perguruan tinggi untuk berperan dalam mensukseskan SDGs disambut positif oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember yang membuka acara kuliah perdana. Menurutnya Kampus Tegalboto memiliki pengalaman dalam membantu program Millenium Development Goals (MDGs), yang merupakan program pendahulu sebelum Program SDGs. “Universitas Jember telah sukses membina para petani kopi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember sehingga mendapatkan MDGs Awards. Pengalaman ini menjadi bekal untuk mensukseskan SDGs,” ujar Moh. Hasan.

Sementara itu menurut Prof. Dr. Rudi Wibowo, Direktur Program Pascasarjana Universitas Jember, kuliah umum kali ini selain bertujuan memberikan tambahan khazanah pengetahuan bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana, juga membuka jalinan kerjasama di berbagai bidang. “Ada 17 tujuan dan 169 target SDGs, kesemuanya dapat menjadi bahan kajian bagi tesis dan desertasi mahasiswa Program Pascasarjana,” tutur Rudi Wibowo. (iim)

Blog Attachment