Fakultas Teknik Universitas Jember Siap Buka Program Profesi Keinsinyuran

Jember, 19 April 2016

            Berlakunya Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran mewajibkan lulusan Fakultas Teknik yang akan praktik insinyur di Indonesia telah mengantongi sertifikat kompetensi insinyur. Sertifikat kompetensi insinyur ini nantinya akan dikeluarkan oleh Fakultas Teknik yang ditunjuk oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Insinyur. Menjawab aturan ini, Fakultas Teknik Universitas Jember tengah menyiapkan pembukaan Program Profesi Keinsinyuran. Rencananya, Program Profesi Keinsinyuran akan dibuka mulai semester gasal tahun akademik 2016/2017.

            Kepastian pembukaan Program Profesi Keinsinyuran disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Jember, Dr. Entin Hidayah, M.UM saat ditemui di ruang kerjanya (19/4). “Fakultas Teknik Universitas Jember menjadi salah satu dari 25 perguruan tinggi negeri yang dipercaya menjadi penyelenggara Program Profesi Keinsinyuran, selain itu ada 15 perguruan tinggi swasta, sehingga totalnya ada 40 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi penyelenggara Program Profesi Keinsinyuran,” ujar Entin Hidayah. Kepercayaan dari Kemenristekdikti ini menunjukkan bahwa Fakultas Teknik Universitas Jember telah menyelenggarakan proses belajar mengajar keteknikan yang sesuai dengan standar dan kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

            Menurut dekan Fakultas Teknik, dalam pendidikan profesi nantinya setiap lulusan Fakultas Teknik akan menempuh pendidikan selama setahun, dengan porsi kuliah 30 persen berupa teori, dan sisanya praktik. Untuk mendapatkan gelar Insinyur (Ir) mereka harus melewati ujian yang akan diselenggarakan oleh perguruan tinggi, bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). “Dengan sertifikat insinyur yang diperoleh, maka mereka berhak melakukan praktik keinsinyuran. Misalnya lulusan Jurusan Teknik Sipil boleh menjadi konsultan. Jadi seperti profesi dokter, apoteker atau perawat yang mengharuskan pendidikan profesi, lulusan Fakultas Teknik pun begitu,” kata Entin yang juga pakar hidrologi ini.

            Untuk mempersiapkan pembukaan Program Profesi Keinsinyuran, Fakultas Teknik mempersiapkan beberapa langkah. Pertama peningkatan sumber daya manusia (SDM), berupa dosen pengajar. Salah satu bentuknya adalah meningkatkan sertifikasi para dosen minimal telah meraih sertifikat Insinyur Profesional Madya (IPM). Kedua, mempersiapkan struktur organisasi Program Profesi Keinsinyuran di Universitas Jember dan ketiga, menyusun kurikulum. “Kami juga menjalin kerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia dan perusahaan-perusahaan yang nantinya menjadi tempat praktik peserta program Program Profesi Keinsinyuran,” tambah Entin Hidayah lagi. (iim)

1 Comment

  • Mahros Darsin
    Reply

    Alhamdulillah!
    Good progress Bu Dekan!
    Go on……..

Leave us a Comment