(Indonesia) Prof. Dr. Philip Yampolsky : Budaya Pendalungan Hidup Bersama dan Saling Menghormati

Yanpolsky_UNEJ

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Jember, 12 Oktober 2017

Budaya Pendalungan yang tumbuh dan berkembang di daerah Tapal Kuda menjadi contoh bagaimana dua buah budaya dapat hidup berdampingan, bahkan saling menghormati. Oleh karena itu biarkan etnis Madura memajukan seni asli Madura-nya, sementara yang etnis Jawa juga memajukan seni asli Jawa-nya. Masing-masing pelaku dan penikmat seni dari kedua budaya itu bisa hidup berdampingan dan saling mengapresiasi positif dari apa produk-produk budaya yang dihasilkan. Pendapat ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Philip Yampolsky, ahli etnomusikologi dari Illinois University USA, dalam acara sarasehan sarasehan budaya dan apresiasi seni Pendalungan dengan tema “Merayakan Tradisi Lisan dan Musik Etnik dalam Perspektif Lokal-Global”. Acara yang di gawangi oleh LP2M Universitas Jember bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) ini digelar di gedung Kauje Universitas Jember (12/10).

Lebih lanjut Prof. Dr. Philip Yampolsky menjelaskan ketika budaya Pendalungan yang terdiri dari beberapa unsur budaya etnis ini bisa hidup rukun berdampingan dan berkembang bersama maka akan muncul identitas baru. “Identitas baru inilah yang harus dijaga, baik dalam perspektif lokal atau seni tradisi asli masyarakat setempat maupun dalam perspektif global yang mengacu pada estetik global. Tinggal bagaimana tujuan dan peran para pelaku seni itu sendiri,” jelas Prof. Dr. Philip Yampolsky di hadapan dosen dan mahasiswa Universitas Jember, serta pemerhati kebudayaan di Jember dan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama ketua LP2M Universitas Jember, Prof. Dr. Ahmad Subagio menyampaikan bahwa Universitas Jember siap menjadi fasilitator tumbuh kembangnya budaya Pendalungan. Caranya melalui berbagai kegiatan akademis berupa kajian, penelitian, seminar tentang budaya Pendalungan. Dirinya berharap, kegiatan tersebut akan mampu memperkuat eksistensi budaya Pendalungan. “Salah satu langkah nyata Universitas Jember dalam memperkuat budaya Pendalungan adalah dengan menghidupkan kembali acara Padang Bulanan yang dulu pernah di gelar secara rutin di Fakultas Sastra yang kini menjadi Fakultas Ilmu Budaya,” jelasnya.

Rencananya acara Padang Bulanan edisi perdana bakal digelar sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Festival Tegalboto 2017. Acara Padang Bulanan ini akan menampilkan berbagai kesenian Pendalungan. Sebelum acara sarasehan dimulai, tampil unjuk kebolehan kesenian Kentrung Joss yang dibawakan oleh akademisi sekaligus budayawan asal Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Dr. Ilham Zoebazarry yang didampingi oleh Cak Londo dan kawan-kawan. Dr. Ilham Zoebazarry sekaligus menjadi moderator sarasehan. (did)