Prof. Dr. Teguh Prasetyo : Demokrasi Harus Berkualitas Dan Bermartabat

DSC_1002

Jember, 13 Oktober 2017

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPPRI) Prof. Dr. Teguh Prasetyo, S.H., M.Si mengatakan, proses demokrasi yang ada di Indonesia seharusnya mampu memperkuat NKRI. Demokrasi yang berkualitas harus benar-benar menjadi tujuan dari setiap proses pemilihan pemimpin ditingkat daerah ataupun tingkat pusat.

“Demokrasi harus dilaksanakan dengan benar-benar menjaga martabat dan kualitas dalam pelaksanaannya. Sehinga jargon suara rakyat adalah suara Tuhan bisa dibuktikan dengan terpilihnya pemimpin yang adil dan menjunjung tinggi asa moralitas Pancasila“ kata Teguh Prasetyo dalam Kuliah Umum dengan tema Pemilu Bermartabat dan Peradilan Etika Penyelenggara Pemilu, di aula Kampus FISIP Universitas Jember, Kamis (13/9).

Dalam acara yang juga dihadiri Bawaslu se Tapal Kuda ini Teguh mengatakan, terwujudnya demokrasi menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga Indonesia. Menurutnya, dalam proses demokrasi para kontestan pemilu seharusnya tidak boleh menang dengan cara memarginalkan lawan.

“Apalagi dengan menyebar ujaran kebencian, menyebar berita hoax atau dengan memanfaatkan situasi untuk dimanfaatkan menjatuhkan lawan. Dalam proses demokrasi tidak boleh ada dusta, segala bentuk prosesnya harus memberikan hikmah sebagaimana asas pemilu yang jujur dan adil,” imbuh Teguh.

Lebih jauh Teguh menyayangkan banyaknya para pimpinan daerah yang diciduk oleh KPK. Menurutnya, hal itu akibat dari gagalnya proses rekruetmen pimpinan daerah dalam proses demokrasi.

“Ini tentu sangat jauh kehormatan domokrasi dan demokrasi yang berkualitas. Segala bentuk tindakan menyimpang dalam demokrasi seperti menjual suara dalam proses pemilihan umum atau yang kita kenal dengan money politic,” jelas pria yang telah menulis 31 buku filsafat ini.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember, Dr. Ardianto, M.Si yang hadir membuka acara mengatakan, kuliah umum ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa FISIP. Kehadiran Teguh akan menambah wawasan mahasiswa mengenai pemilu.

“Mahasiswa akan mendapatkan sekali banyak informasi mengenai penyelenggaraan proses demokrasi yang dilakukan dalam proses pemilihan pimpinan daerah ataupun pusat. Kami akan secara berkala akan menyelenggrakan kuliah semacam ini agar mahasiswa bisa memiliki wawasan yg luas,” jelasnya.