Rektor Universitas Jember Perkenalkan Kampus 3 Kepada Masyarakat Lumajang

WisudaKampus3_UNEJ

Jember, 7 September 2017

Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember memperkenalkan keberadaan kampus 3 Universitas Jember di Lumajang, kepada jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan masyarakat Lumajang. Kesempatan sosialisasi kampus 3 ini dilaksanakan dalam acara “Wisuda, Angkat Sumpah, dan Pelantikan Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2016/2017 Akademi Keperawatan Lumajang” (6/9). “Alhamdulillah proses alih kelola Akademi Keperawatan Lumajang  yang semula di bawah Pemerintah Kabupaten Lumajang kepada Universitas Jember berjalan dengan lancar, dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Walaupun kini namanya berubah menjadi Kampus 3 Universitas Jember di Lumajang, namun kami berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih dan manfaat nyata bagi masyarakat Lumajang,” kata Moh. Hasan saat memberikan orasi ilmiah

Seperti telah diketahui dengan berlakunya Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 mengenai Pemerintah Daerah, maka urusan pendidikan tinggi menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, bagi pemerintah kabupaten atau kotamadya yang memiliki lembaga pendidikan tinggi maka pilihannya hanya ada dua, menyerahkan kepada pemerintah pusat atau dengan terpaksa menutupnya. Dan keputusan Pemerintah Lumajang adalah menyerahkan Akademi Keperawatan kepada Kemenristekdikti yang kemudian menugaskan Universitas Jember untuk mengelola. Keputusan yang tepat karena ada pemerintah kabupaten yang lebih memilih untuk menutupnya,” imbuh Moh. Hasan di hadapan hadirin yang terdiri dari Forpimda Lumajang seperti Bupati dan Wakil Bupati, anggota DPRD, perwakilan Polres, Kodim, Pengadilan, Kejaksaan serta orang tua wisudawan.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Prof. Dr. Nur Salam, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur memberikan dukungan alih kelola Akademi Keperawatan Lumajang oleh Universitas Jember. Menurutnya di era persaingan saat ini, institusi pendidikan keperawatan tidak hanya berfokus pada bidang edukasi saja, namun juga mengembangkan sisi riset, professional practice, leaderships and management serta personal development sehingga lulusannya dapat bersaing. Dan dengan masuknya Akademi Keperawatan Lumajang ke Universitas Jember, maka kesempatan untuk berkembang akan lebih terbuka.

Sementara itu As’at Malik, Bupati Lumajang menjelaskan keputusan untuk menyerahkan Akademi Keperawatan Lumajang kepada Universitas Jember dilandasi keyakinan bahwa Akademik Keperawatan Lumajang bakal lebih maju setelah bergabung dengan Kampus Tegalboto. “Yang paling penting, keberadaan Kampus 3 Universitas Jember di Lumajang tetap memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Lumajang, serta mampu mendorong percepatan kemajuan Lumajang dengan berbagai potensinya,” ujar Bupati Lumajang yang siang itu didampingi dr. Buntaran, M.Kes., Wakil Bupati.

Wisuda, Angkat Sumpah, dan Pelantikan Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2016/2017 diikuti oleh 127 wisudawan. Terpilih sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi untuk angkatan tujuh belas ini adalah Imelda Dwi Agustin dengan IPK 3,84. “Hingga kini kami telah meluluskan 1.699 perawat yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Lumajang. Termasuk mendukung Program Satu Desa Satu Perawat yang digagas oleh Pemkab Lumajang,” tutur Nurul Hayati, Direktur Akademik Keperawatan Lumajang. (iim)