Universitas Jember Kembangkan Program Studi Multidisiplin

Ujian CBT Pasca_UNEJ

Jember, 19 Agustus 2017

Universitas Jember terus berusaha mengembangkan program studi multidisiplin, baik di jenjang pascasarjana maupun sarjana. Hal ini disampaikan oleh Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni di sela-sela mengawasi jalannya ujian masuk gelombang V Pascasarjana Universitas Jember (19/8). Salah satu contohnya adalah dengan dibukanya tiga program studi multidisiplin di Pascasarjana Universitas Jember yakni Program Studi Bioteknologi, Kesehatan Masyarakat dan yang terbaru Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian. Sementara untuk jenjang sarjana, kampus Tegalboto tahun ini membuka Program Studi Perencanaan Kota dan Wilayah serta Teknik Kimia, yang keduanya ada di Fakultas Teknik.

Menurut Zulfikar, pilihan untuk mengembangkan program studi multidisiplin diharapkan dapat menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan berkiprah di bagian hilir dari sebuah proses produksi. “Program studi seperti Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian atau Teknik Kimia dan lainnya, adalah program studi yang sifatnya lintas disiplin dan ilmunya lebih aplikatif, karena bidang yang dipelajari juga bakal lebih banyak bersentuhan langsung dengan persoalan sehari-hari,” jelasnya. Dosen Kimia FMIPA ini lantas berharap di tahun depan Universitas Jember akan membuka lebih banyak lagi program studi multidisiplin, baik di jenjang pascasarjana maupun sarjana, apalagi Kemenristekdikti tengah fokus mengembangkan program studi di bidang Science, Technology, Enggineering and Mathematic (STEM).

Selanjutnya Wakil Rektor I juga mengapresiasi konsistensi Program Pascasarjana yang telah berhasil menyelenggarakan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) dalam tiap kali ujian masuknya. Menurutnya dengan memakai sistem CBT, maka hasilnya dapat segera diketahui sehingga efisien dalam hal waktu dan hemat karena tanpa kertas, selain itu sistem CBT dapat dipakai guna membangun basis data untuk berbagai keperluan. “Kami berencana akan memakai CBT dalam ujian masuk lainnya, khususnya untuk ujian mandiri di jenjang sarjana dan diploma. Jika tahun lalu hanya sekitar 500 peserta, maka target kita tahun depan sudah bisa melayani seribu lebih peserta,” imbuh Zulfikar.

Ujian masuk Program Pascasarjana Universitas Jember gelombang V diikuti oleh 109 peserta yang terdiri dari 104 peserta ujian program magister dan sisanya untuk ujian program doktoral. Ujian saringan kali ini adalah gelombang terakhir yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Jember. Menurut Sugeng Winarso, Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Jember, animo masyarakat pada setiap kali ujian pascasarjana cukup menggembirakan, hal ini terbukti dari jumlah peserta ujian yang selalu di atas 100 peserta dan penyelenggaraan ujian yang mencapai lima gelombang.

“Jika dahulu pendaftar Program Pascasarjana didominasi oleh peserta yang sudah bekerja, kini tren-nya berubah, makin banyak fresh graduate yang ingin melanjutkan studi,” kata Sugeng Winarso. Pendapat ini dibenarkan oleh salah seorang peserta ujian, Rizky Dwi Prawoto. Lulusan Diploma 4 Manajemen Agrobisnis Politeknik Negeri Jember ini lebih memilih melanjutkan studi dibandingkan langsung bekerja. “Saya memilih melanjutkan studi dulu di Program Magister Manajemen, baru mencari kerja. Harapannya dengan ilmu yang didapat di jenjang pascasarjana bakal menambah bekal berkompetisi,” tutur pria yang baru saja lulus beberapa bulan lalu ini. (iim)